• KANAL BERITA

Merasa Terpanggil, Campina Dukung Asian Para Games 2018

PAPARAN: Brand Manager Campina, Mustofa Saadji (kiri) menyampaikan paparan mengenai dukungan Campina sebagai Official Ice Cream Partner Asian Para Games 2018, bersama Wakil Deputi I Inapgoc Richard Sam Bera, atlet voli duduk Purwadi, Nina Gusmita dan atlet ten pin bowling Jaya Kusuma di Jakarta, Kamis (27/9). (suaramerdeka.com / Arif M Iqbal)
PAPARAN: Brand Manager Campina, Mustofa Saadji (kiri) menyampaikan paparan mengenai dukungan Campina sebagai Official Ice Cream Partner Asian Para Games 2018, bersama Wakil Deputi I Inapgoc Richard Sam Bera, atlet voli duduk Purwadi, Nina Gusmita dan atlet ten pin bowling Jaya Kusuma di Jakarta, Kamis (27/9). (suaramerdeka.com / Arif M Iqbal)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perhelatan Asian Para Games 2018 (APG) tinggal menghitung hari. Pesta olahraga bagi penyandang disabilitas ini akan dibuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 6 Oktober mendatang.

Kini, puluhan sponsor sudah menyatakan untuk mendukung APG. Salah satunya adalah es krim Campina, perusahaan es krim asal Indonesia. Alasan Campina mendukung Asian Para Games 2018 karena Campina ingin berbuat lebih kepada Indonesia. Apalagi, ajang APG merupakan hajatan milik bangsa Indonesia.

"Kami merasa terpanggil untuk ambil bagian pada acara sebesar APG. Campina lahir dari Indonesia, tahun 1972 di Surabaya. Sedangkan acara ini (APG) di Indonesia, kami punya kesamaan dan kami ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Brand Manager Campina, Mustofa Saadji pada peresmian dukungan Campina sebagai Official Ice Cream Partner APG 2018 di Jakarta, Kamis (27/9).

Turut hadir pada acara itu, antara lain Wakil Deputi I Panitia Pelaksana Asian Para Games (Inapgoc) Richard Sam Bera, atlet ten pin bowling Jaya Kusuma, dua atlet voli duduk Purwadi dan Nina Gusmita.

Pada APG kali ini, Campina memiliki senjata andalan dengan melaunching es krim kemasan baru. Yaitu kemasan bergambar bola dengan warna merah putih. Menurut Mustofa, kemasan merah putih tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap semangat Indonesia. "Edisi merah putih ini merupakan kebanggaan dan untuk mendukung semangat atlet Indonesia yang akan bertanding," ungkapnya.

Campina didirikan Darmo Hadipranoto beserta istri pada 1972. Saat itu, mereka membuat es krim Campina di garasi rumah yang terletak di Jl. Gembong Sawah, Surabaya. Nama Campina diambil dari kepanjangan "kampiun dimana-mana" yang artinya juara di mana-mana.

Mustofa berharap para atlet mampu mengharumkan bangsa dan membuahkan prestasi di tengah keterbatasan yang mereka miliki di APG. Dengan slogan 'Segarkan Semangat Para Juara Indonesia', Campina ingin membangun rasa peduli kepada seluruh masyarakat Indonesia akan prinsip kesetaraan dan kebersamaan. "Bahwa keterbatasan fisik bukan batasan untuk saling mendukung," tutur Mustofa.

Sejarah

Wakil Deputi I Inapgoc, Richard Sam Bera mengapresiasi swasta, termasuk Campina yang bersedia mendukung pelaksanaan APG. Pihaknya juga bangga bisa melakukan kerja sama dengan Campina yang brand-nya sudah terkenal sejak 1972. "Saya tumbuh besar dengan brand ini dan makan es krim ini. Mewakili Inapgoc, saya senang bisa menyambut Campina," kata Richard.

Mantan perenang nasional ini menambahkan, ajang APG di Jakarta akan mencetak sejarah dari segi jumlah peserta. Jika pada Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, peserta sekitar 2.800 atlet, di Indonesia yang terdaftar sudah 3.883 atlet.

"Ini sudah melebihi di Incheon (Korea Selatan). Jumlahnya sudah tak mungkin bertambah lagi, tapi kalau berkurang mungkin karena masih akan ada klasifikasi bagi atlet yang akan bertanding. Kita juga masih menunggu kepastian keikutsertaan Yaman, Palestina dan Nepal, kita tunggu sampai hari Sabtu (29/9)," terangnya.

Atlet voli duduk putri Indonesia, Nina Gusmita berharap dukungan masyarakat kepada kontingen Indonesia di ajang APG. Menurut dia, support semua kalangan dibutuhkan karena bisa mengangkat semangat dan mental atlet saat berlaga. "Saya minta dukungan agar atlet-atlet bisa membawa nama baik Indonesia hingga jenjang berikutnya. Terima kasih juga kepada Campina sudah bekerjasama dengan Asian Para Games, semoga kita bisa lebih semangat untuk mewujudkan impian," ujar Mita.

Atlet ten pin bowling Indonesia, Jaya Kusuma mengaku sempat merinding ketika banyak pihak memperhatikan para atlet disabilitas yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas), sejak di Solo hingga di Jakarta saat ini. Tak hanya dari pemerintah tapi swasta juga terlibat. "Saya merasa betul-betul bangga, bahkan sampai saya merinding. Banyak sekali yang mendukung, mulai pejabat di daerah hingga dari Jakarta," tutur Jaya.

"Semoga yang mendukung kami, kami lihat swasta ikut juga, applaus untuk Campina. Semoga hal ini bisa diikuti industri (perusahaan) yang lain," imbuhnya.

Sejak pindah ke Jakarta, pelatnas ten pin bowling ditempatkan ke lokasi yang sangat nyaman. Para atlet diinapkan di hotel bintang lima, fasilitas yang lengkap dan bahkan dijanjikan bonus yang besarannya sama dengan atlet Asian Games kalau bisa meraih medali. "Dengan fasilitas yang seperti ini, kami malu kalau tidak berprestasi. Karena itu, kami akan berjuang dan tekad kami akan bertanding maksimal, bahkan sampai berdarah-darah," tegasnya.


(Arif M Iqbal /CN26/SM Network)