• KANAL BERITA

Indahwati Tembus Tiga Besar Kejuaraan Terbuka Nasional Panjat Tebing

BOULDER: Indahwati mengasah kemampuan di papan boulder kompleks Stadion Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)
BOULDER: Indahwati mengasah kemampuan di papan boulder kompleks Stadion Manahan. (suaramerdeka.com / Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdeka.com -  Pemanjat Solo menembus tiga besar dalam kejuaraan terbuka nasional panjat tebing di Surabaya, Kamis-Minggu (19-22/7). Sekeping medali perak digenggam atlet Indahwati dalam persaingan di papan boulder umum putri pada ajang memperebutkan Piala Wali Kota Surakarta tersebut.

"Indah jadi satu-satunya atlet Solo yang masuk tiga besar. Dia merebut medali perunggu boulder. Atlet lain tak masuk babak final,’" kata atlet yang juga Sekretaris Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo, Yasin Tanaka, Minggu (22/7).

Dia mengungkapkan, Indah menempati peringkat tiga pada partai final boulder umum putri. Dia berada di bawah atlet tuan rumah FPTI Jatim, Kharisma Ragil Rakasiwi yang meraih medali emas, disusul atlet pelatnas Ndona Nasugian (perak). Namun atlet putri Kota Bengawan peraih perunggu saat membela kontingen Jateng pada PON Jabar 2017 itu, terpental di nomor speed world record. Indah hanya menempati urutan 23 dari total 33 atlet putri yang bersaing di papan speed.

Papan atas nomor itu didominasi para atlet pelatnas Asian Games 2018 yang turut memanfaatkan kejuaraan terbuka nasional tersebut sebagai ajang pemanasan. "Memang selama ini spesialisasi Indah terutama di papan boulder," tutur salah seorang pelatih FPTI Solo, Guntur Joko Purwanto.

Ada enam pemanjat senior Kota Bengawan yang turun dalam kejuaraan terbuka nasional itu. Mereka adalah M Marsudin, Sutrisno, Indahwati, Rianda Eka Risti, Dimas Satrio dan Yasin Tanata. Selain Indah, atlet-atlet lain gagal menembus babak final. "Sutrisno menempati peringkat tujuh kualifikasi boulder umum putra, namun yang diambil untuk masuk final hanya enam peringkat teratas," ungkap Yasin.

Ke enam tersebut masuk dalam proyeksi tim Solo dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 yang rencananya diselenggarakan Oktober mendatang. Pesta olahraga empat tahunan Jateng tersebut bakal dipusatkan di Kota Bengawan sebagai tuan rumah.

Guntur menambahkan, para atlet selama beberapa bulan terakhir telah menjalani latihan terpusat di kompleks Stadion Manahan. Namun tujuan utama latihan tersentral itu ditujukan untuk menghadapi Porprov. "Jadi saat berlomba di Surabaya memang para atlet belum mencapai performa puncaknya. Ajang Piala Wali Kota Surabaya sebagai rangkaian uji coba. Hasilnya akan dievaluasi untuk peningkatan performa berikutnya," jelas dia.


(Setyo Wiyono/CN26/SM Network)