• KANAL BERITA

"Semoga Indonesia Berjaya di Asian Games..."

PENGALUNGAN BUNGA: Legenda sepak bola nasional Rochi Putiray menerima pengalungan bunga dari Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi dalam pawai obor (torch relay) di Solo, Kamis (19/7). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)
PENGALUNGAN BUNGA: Legenda sepak bola nasional Rochi Putiray menerima pengalungan bunga dari Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi dalam pawai obor (torch relay) di Solo, Kamis (19/7). (suaramerdeka.com / Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Legenda sepak bola nasional Rochi Putiray punya harapan besar pada Bangsa Indonesia agar bisa berbicara di kancah olahraga multievent Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus hingga 2 September.

"Setidaknya bisa masuk sepuluh besar," kata Rochi usai menerima pengalungan bunga dari Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel selaku Official Mobile Partner  Asian Games 2018 di depan Grapari Telkomsel Solo dalam pawai obor (torch relay) Asian Games, Kamis (19/7).

Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi mengatakan, Telkomsel sebagai official mobile partner Asian Games 2018 siap menyukseskan kegiatan pawai obor (torch relay) yang diselenggarakan di sejumlah kota di Indonesia. Yakni Solo (19/7), Mataram (25/7), Tanjung Bira ((28/7), Bandar Lampung (8/8), dan Jakarta (18/8).

"Merupakan kehormatan bagi kami menjadi bagian dari perhelatan olahraga terbesar se-Asia ini. Mata dunia tentu tertuju kepada Indonesia dan sebagai sebagai operator 'flagship' Indonesia yang menyatukan bangsa melalui jaringan komunikasi, kami pun ingin menyatukan semangat Indonesia untuk sama-sama mendukung atlet kita yang akan berlaga pada Asian Games, serta mendukung Indonesia sebagai tuan rumah."

Tidak hanya Rochi, harapan agar atlet para atlet Indonesia berjaya di Asian Games 2018 juga disuarakan masyarakat yang melihat pawai obor (torch relay) di pinggir jalan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo dari pagi sampai siang. Sebagian besar penonton adalah anak-anak yang dimobolisasi pihak sekolah untuk menyaksikan pawai obor itu.

"Semoga Zohri tidak hanya menjadi juara pertama lari 100 meter junior di Finlandia, tapi juga bisa meraih medali emas di Asian Games," kata Stevanus Vladimir Narodya Volya Wijaya, siswa SMP Kanisius 1 Surakarta yang menonton pawai di kawasan Gladag, ujung timur Jalan Slamet Riyadi.

Sementara itu pawai obor (torch relay) mulai dari barat di Gapuro Makutho ke timur di Balai Kota Surakarta dan berhenti di sejumlah titik itu berlangsung meriah. Sejumlah atlet, mantan atlet, pejabat pemerintah, artis, dan tokoh masyarakat terlibat.

Di sepanjang jalan, rombongan pelari yang membawa api yang diambil dari India dan api abadi dari Mrapen Grobogan dielu-elukan. Mereka juga disambut dengan tari-tarian dan marching band. Malam harinya digelar jamuan makan malam di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta dan hiburan bagi bagi para pelari dan yang terlibat dalam pawai obor. Selanjutnya keesokan hari obor dibawa ke Bandara Adi Soemarmo untuk diteruskan ke Mataram, Tanjung Bira, Bandar Lampung dan terakhir Jakarta.


(Langgeng Widodo/CN26/SM Network)