• KANAL BERITA

Genjot Peningkatan Turis Manca, Disbudpar Kota Semarang Terapkan Digitalisasi Wisata

SEMARANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang siap meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mencanegara ke ibu kota provinsi Jawa Tengah ini. Instansi tersebut bersama dengan stakeholder pariwisata akan memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan, tidak hanya domestik, tapi juga mancanegara. Digitalisasi wisata menjadi bagian penting untuk meraih tujuan tersebut.

Dalam Rapat Koordinasi Program Kerja Tahun 2019 sekaligus pisah sambut kepala dinas yang baru di Hotel Grasia, Rabu (9/1), optimisme tampak dari seluruh jajaran instansi tersebut. Predikat sebagai peringkat kelima kota metropolitan dengan kunjungan wisata terbanyak pada 2018, menjadi tantangan bagi dinas ini untuk meningkatkan prestasi tersebut di tahun ini.

Jabatan Plt Kepala Dinas yang semula dipegang Litani Satyawati, sejak Jumat 4 Januari 2019 sudah dipercayakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada pejabat baru yang terpilih melalui proses seleksi ketat, yaitu Indriyasari. Litani kini kembali berkonsentrasi penuh sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, setelah beberapa bulan ini merangkap sebagai Plt Kepala Disbudpar Kota.

Dalam pengantarnya, Sekretaris Disbudpar Kota, Kasturi kembali mengingatkan pesan Wali Kota agar pariwisata di Semarang go international. “Yang harus kita raih adalah wisatawan internasional. Oleh karena itu kita bersama stakeholder, hari ini (kemarin-Red) memikirkan Semarang harus semakin hebat,’’ kata dia.

Melebihi Target

Litani Satyawati mengatakan, meski Semarang sudah menjadi kota metropolitan tujuan wisata peringkat kelima, prestasi itu harus ditingkatkan. “Kita ingin raih nomor tiga. Setelah Surabaya, Medan, kenapa ga Semarang,’’ kata dia.

Dia menyebut, saat libur Tahun Baru 1 Januari 2019, kunjungan wisatawan di Kota Semarang melebihi target. Di Semarang Zoo, dalam sehari mencapai 26 ribu. Jumlah tersebut mengalahkan kawasan PRPP Jateng yang dikunjungi 8 ribu lebih wisatawan.

Lita optimistis peringkat tiga bisa diraih dengan modal potensi pariwisata yang dimiliki Kota Semarang. Sebab peringkat lima didapatkan sebelum ada ada Taman Indonesia Kaya dan Semarang Bridge Fountain Banjirkanal Barat. Tahun ini revitalisasi Kawasan Kotalama juga sudah selesai sehingga akan menjadi daya dukung pariwisata juga.

Lita juga mengingatkan pentingnya pemasaran. Karena itu, perlu kiranya bersinergi dengan stakeholder pariwisata dan media massa.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari memberikan apresiasi pada Lita dalam menyelesaikan pekerjaan di dua dinas berbeda pada waktu bersamaan. “Bu Lita berhasil memimpin kedua OPD dengan baik. Saya secara pribadi dan atas nama dinas minta Bu Lita beri masukan ke kami,’’ kata Iin, sapaan akrabnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa program untuk meningkatkan pariwisata Kota Semarang. Tugas pertama adalah go international sehingga tidak hanya berkutat pada hal-hal rutin.

Iin juga menyinggung pentingnya digitalisasi wisata. Sebab di era sekarang, masyarakat bepergian, memilih objek wisata, membayar, sampai mempromosikan di daerah asal, semua menggunakan sistem digital. Karena itu pemerintah perlu sinergitas dengan semua stakeholder dan tidak bisa berdiri sendiri. 


(Setiawan Hendra Kelana/CN47/SM Network)