• KANAL BERITA

65 Rumah Sakit di Jateng Perpanjang Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan akhirnya mengeluarkan surat untuk merekomendasikan rumah sakit yang habis masa kerja sama dengan BPJS Kesehatan karena belum perpanjangan akreditasi untuk bisa melayani peserta BPJS Kesehatan. 

Di Jawa Tengah ada 65 rumah sakit yang direkomendasikan untuk bisa tetap melayani peserta BPJS kesehatan.  

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jawa Tengah dan DIY Aris Jatmiko menjelaskan rumah sakit tersebut diperbolehkan tetap melayani peserta JKN dengan komitmen memperpanjang akreditasi rumah sakit maksimal 30 Juni 2019. 

"Beberapa ada yang sudah direkomendasikan dan belum tetapi dengan kesepakatan Menteri Kesehatan dan Dirut BPJS itu sementara rumah sakit yang belum direkomendasikan awal dan belum akreditasi dan sudah habis masa akreditasi diberikan toleransi sampai 30 juni 2019," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (8/1). 
 
Namun jika sampai 30 Juni 2019 rumah sakit tidak melakukan perpanjangan akreditasi maka tidak bisa mentoleransi untuk melanjutkan kerjasama karena harus patuh terhadap regulasi. 

Setelah ada surat rekomendasi, lanjut Aris, akan ditindaklanjuti ke kantor cabang masing-masing dengan berkoordinasi dengan pimpinan rumah sakit untuk melakukan komitmen bersama perpanjangan akreditasi. 

"Tidak perlu waktu lama berhari-hari, hari ini pun juga bisa  selesai selama ada komitmen bersama," jelasnya. 

Menurutnya akreditasi penting dilakukan karena perlindungan pemerintah terhadap masyarakat yang mempunyai kewajiban memperloleh kesehatan yang layak dan bermutu, serta untuk keselamatan pasien juga melindungi tenaga kesehatan. 

"Standar akreditasi merupakan instrumen untuk menstandarkan tata kelola, manajemen dan klinis guna meningkatkan mutu layanan," ucapnya. 

Sementara itu kepesertaan BPJS Kesehatan di Jawa Tengah dan DIY sudah mencapai 81,93 persen atau 32.557.283 peserta sedangkan yang belum 7.179.471 peserta. 


(Cun Cahya/CN47/SM Network)