• KANAL BERITA

Pelayanan dan Etika Terbaik Perlu Diwujudkan

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wakil Direktur II Bidang Umum dan Keuangan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang), Sarifuddin menjelaskan, bila pelayanan dan etika terbaik perlu diwujudkan dari hati yang tulus. Apabila tidak, ia yakin amanat yang diemban oleh seseorang bakal menjadi beban bagi dirinya sendiri.

“Makanya saya senantiasa mengajak kawan-kawan supaya bekerja keras dan menjadikannya sebagai rutinitas,” jelasnya, usai membuka Pelatihan Membangun Etika Profesi untuk Melayani Sepenuh Hati di Griya Persada Convention Hotel & Resor, Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (27/12).

Hadir pada kegiatan tersebut, Pemimpin Redaksi Harian Suara Merdeka, Gunawan Permadi. Kemudian dua Wakil Pemimpin Redaksi Harian Suara Merdeka, Agus Toto Widyatmoko, dan Triyanto Triwikromo, GM Hotel Chanti, Christoporus Yulianto, dosen Front Office, Manajemen Perhotelan, Fakultas Ilmu Budaya Udinus, Cindy Citya Dima, serta Ketua SMICEComm, Solichoel Soekaemi.

Di hadapan peserta yang dalam hal ini staf dan karyawan PIP Semarang, Sarifuddin memaparkan, pihaknya sudah mengalokasikan waktu untuk para peserta agar bisa maksimal mengikuti pelatihan di Griya Persada dan di Lanal Semarang. Sejalan dengan itu, dirinya mewakili institusi berharap kegiatan serupa dapat digelar pada tahun berikutnya.

“Kegiatan ini bukan dadakan, yang tujuan utamanya adalah penyegaran bagi pegawai, ASN, maupun karyawan non ASN,” paparnya.

Berbicara pelatihan tentang etika, lanjut dia, harus dipahami betul. Mengingat, petugas yang juga peserta pelatihan bakal berhubungan langsung dengan mahasiswa dengan jumlah yang banyak. Keberadaan PIP Semarang, saat ini sudah menganut sistem Badan Layanan Umum (BLU). Dengan demikian, lembaga pendidikan ini sudah diperkenankan mengelola keuangan yang diberikan oleh masyarakat. Dengan demikian, sukses tidaknya fondasi kepercayaan publik terhadap keberadaan PIP Semarang semuanya bergantung pada internalnya.

“Sebesar apa pun konsumen yang kita layani, kami berharap semuanya memberikan pelayanan yang maksimal. Khususnya yang berada di garda terdepan, bagian pendaftaran,” ujarnya.

Wapemred Harian Suara Merdeka sekaligus Koordinator Suara Merdeka Institute (SMI), Triyanto Triwikromo menyebutkan, etika itu menjadi benteng. Artinya, sangat erat hubungannya dengan moral serta aturan seseorang ketika melakukan pelayanan.

SMI sendiri, lanjut dia, perlu dihadirkan untuk menjadi mitra pelatihan. Mengingat SMI didesain untuk melayani, berbagai pelatihan. Rencananya, pelatihan ini hendak digelar dua hari dengan didukung beberapa pemateri yang berpengalaman di bidangnya.

“Pelatihan ini menjadi penting karena sifatnya menyegarkan. Mungkin peserta sudah banyak mengikuti pelatihan profesi, tetapi itu semua perlu disegarkan dengan misalnya teori dan praktik baru,” ujarnya.


 


(Red/CN47/SM Network)