• KANAL BERITA

Suara Merdeka Network Serahkan CSR ke Karanganyar

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Suara Merdeka (SM) Group menyerahkan lima papan baca, dua gerobak baca dan tiga rak koran dalam program coorporate social responsibility (CSR) untuk meningkatkan budaya literasi di Karanganyar.

Pembukaan selubung papan baca yang berada di ruang tunggu pasien RSUD Karanganyar oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Suara Merdeka Gunawan Permadi dan Bupati Karanganyar Juliyatmono menjadi penanda penyerahannya, Kamis (20/12).

Selain di RSUD, papan baca lainnya akan ditempatkan di kawasan Pasar Nglano, Pasar Tegalgede, kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta di depan kantor Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP).

Dua gerobak baca, untuk penempatan buku-buku bacaan dan koran, diserahkan kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) untuk pengelolaannya. Sedangkan tiga rak koran akan ditempatkan di lobi kantor Bupati, pendapa rumah dinas Bupati dan lobi kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Sebelum pembukaan selubung papan baca, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan oleh Bupati Juliyatmono dan Pemred Gunawan Permadi mewakili SM Group, terkait program CSR papan baca dan gerobak baca, serta terkait promosi dan publikasi berita.

Penandatanganan dilakukan di aula RSUD Karanganyar. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, Plt Kepala Diskominfo Bachtiar Syarief, Direktur RSUD dr Wahyu Purwadi Rahmat MKes, Kepala Dinas Arpusda Bambang Harsono, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar.

Sementara dari SM Group, terlihat hadir Direktur Sales & Communication Bambang Pulunggono, Senior Manajer Pemasaran Eko Fitriyanto dan GM Sales, Communication & Event Neny Kardiana, Manajer Pemasaran Biro Surakarta Djunianto Eko Nugroho Putro.

Pemred Gunawan Permadi dalam sambutannya mengungkapkan, penyerahan papan baca dan gerobak baca adalah langkah awal dari berbagai hal yang bisa dikerjakan bersama.

"Mungkin banyak orang bertanya. Zaman android, zaman online, kok masih ada papan baca? Alasannya, karena kami ingin mendidik masyarakat terkait literasi. Sebab zaman sekarang, informasi banyak yang beredar, antara yang jelas dan hoax campur aduk. Dan kita tidak mungkin menyetop semua itu," katanya.

Dia berharap, dengan budaya literasi yang baik, masyarakat bisa mengolah informasi yang diperolehnya dengan bijak. Dan koran, sejauh ini, adalah pintu gerbang yang paling ideal untuk hal itu. Ibarat masuk ke mall, koran cetak adalah gerbang untuk masuk ke berbagai kanal informasi.

"Melalui koran, kami ingin ikut mendidik masyarakat agar melek literasi, sehingga bisa mengolah informasi dengan baik. Semoga apa yang dilakukan Suara Merdeka, bisa berkontribusi dalam membangun masyarakat Karanganyar yang lebih maju," tuturnya.

Bupati Juliyatmono menyambut baik CSR dari SM Group dalam bentuk papan baca dan gerobak baca, sebagai upaya mendongkrak budaya literasi di Bumi Intanpari.

Dia menyebut, koran sebagai perwujudan media offline, harus tetap dijaga dengan baik di tengah gempuran media online.
 
"Sebab online terkadang menipu dan hoax. Dan online tidak bisa memisahkan diri dari offline. Offline itu lebih orisinil, asli, natural dan bisa meyakinkan banyak pihak. Sehingga media cetak, seperti Suara Merdeka, masih sangat perlu untuk dikembangkan. Ini korannya wong Jateng, yang edukatif dan mendidik," katanya.

Dia berharap, support dari Suara Merdeka dalam bentuk papan baca dan gerobak baca bisa mengedukasi banyak pihak, tentang pentingnya budaya literasi.

"Bagaimanapun, media cetak masih tetap dibaca. Kami berharap, ada tindak lanjut dari nota kesepakatan ini. Apalagi Karanganyar pada 2019 akan gencar mengenalkan destinasi wisata yang baru, agar wisatawan semakin banyak yang datang ke Karanganyar," tuturnya.


(Irfan Salafudin/CN41/SM Network)


(Irfan Salafudin/CN47/SM Network)