• KANAL BERITA

Pasar Imlek Semawis 2020 Resmi Dibuka

Pasar Imlek Semawis (PIS) 2020 telah resmi dibuka Jumat (17/1) malam. Dengan mengusung tema "Wayang Potehi" yang memiliki makna wujud keberagaman, di mana perbedaan bukan hambatan, perbedaan bukan perdebatan, tapi perbedaan adalah kekuatan, perbedaan adalah kembang persatuan. Pertunjukan wayang potehi oleh dalang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, digelar selama acara berlangsung.

Kegiatan menyambut tahun baru Imlek ini diadakan di sepanjang ruas Jalan Gang Pinggir sampai Jalan Wotgandul Timur, Pecinan, Semarang. Sejak 2005, kali pertama digelar, Pasar Imlek Semawis dikonsep supaya mudah dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, daerah, dan etnis.

Pembukaan dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata, Harjanto Halim, Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, Bhante Cattamano, Ketua Harian Perserikatan Organisasi Tionghoa, Setiawan Santoso, Ketua BP2KS Benita Arijani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi dan Ketua Gua Maria Kerep Ambarawa, Alamsyah Djaynurdin.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan, selain acara yang bertemakan Imlek, Pasar Imlek Semawis juga menyajikan sajian kuliner yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kota Semarang dan luar Semarang.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, acara Pasar Imlek Semawis pada tahun ini menjadi sangat meriah, yang menunjukkan bahwa keberagaman masyarakat di kota Semarang sangat luar biasa. Ada empat kawasan yang disebut Semarang Lama. Terdiri atas, Kota Lama, Melayu, Kauman, dan Pecinan. Warisan budaya ini perlu dipertahankan dan dilestarikan.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata, Harjanto Halim menjelaskan, Pasar Imlek Semawis ini digelar kali ke-17. Sarana untuk berkumpul warga tanpa sekat, dari berbagai etnis, agama, suku, dan golongan. Wayang Potehi adalah kearifan lokal yang terselip, harus dijaga dan dirawat.

Saat ini pementasan Wayang Potehi tidak hanya berbahasa Hokkian. Ada pula yang berbahasa Jawa dan Indonesia, serta dalangnya berasal dari etnis Jawa. Wayang Potehi yang saat ini nasibnya tidak menentu, dibahas dalam diskusi. Didatangkan enam narasumber dari dalang wayang potehi, akademisi, dan budayawan.

Pasar Imlek Semawis berlangsung mulai tanggal 17-19 Januari 2020. Rangkaian acara Pasar Imlek Semawis diawali dengan Ketuk Pintu yaitu doa bersama dan slametan di Klenteng Tay Kak Sie, dilanjutkan doa keliling Klenteng di area Pecinan, diawali dengan barongsai. Antara lain Klenteng Tong Pek Bio, Ling Hok Bio, Tek Hay Bio, Sioe Hok Bio dan Hoo Ho Bio.

(Aldo, Kevin, Ariel, Jeremy & Jordan - Suaramerdeka.com)


(Arif Hakim/CN35/SM Network)