• KANAL BERITA

Mengurai Persoalan secara Ringan di Ajar Ngaji Nom-noman

PAGI itu suasana di depan Masjid Raya Baiturrahman tampak berbeda. Sebagian besar masyarakat yang biasanya memanfaatkan car free day di kawasan Simpanglima Semarang dengan bersepada, berjalan kaki atau kegiatan lainnya, kali ini mereka menyempatkan mampir di stan di depan Masjid Raya Baiurrahman Simpanglima Semarang.

Ya, stan itu merupakan bagian dari sarana kegiatan Ajar Ngaji Nom-noman yang diinisiasi tiga masjid utama di wilayah Semarang, yakni Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Agung Semarang (MAS) dan Suara Merdeka Network. Di sana, masyarakat dapat berkonsultasi berbagai hal, mulai dari persoalan pribadi maupun persoalan sosial.

Ketua Bidang I Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman KH Anasom mengatakan, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama dari tiga masjid bersama Suara Merdeka Network dalam merangkul masyarakat dalam menyelesaikan sejumlah persoalan. ”Ini salah satu cara kami bersama tiga masjid dengan dibantu Suara Merdeka mendekati masyarakat. Kami mengadakan ngaji.

Masyarakat dapat berkonsultasi terkait persolan pribadi maupun persoalan lainnya,” kata Kiai Anasom, Minggu (5/1). Tak hanya itu, masyarakat juga dapat berkonsultasi terkait halhal yang berkaitan dengan agama, seperti bimbingan mengaji Alquran, fiqih, akhlak (kepribadian) dan lainnya.

Pihak masjid, kata dia, akan berusaha semaksimal mungkin dalam membantu masyarakat untuk meringankan beban persoalan tersebut. Bahkan, ke depan pihaknya akan memberikan label khusus terkait masing-masing persoalan yang dialami.

Karena bersifat ringan, santai dan merangkul, Kiai Anasom meminta agar masyarakat tidak perlu canggung atau sungkan untuk datang berkonsultasi. ”Kami akan membantu semampu kita. Ke depan, kami akan undang tokoh yang kompeten di bidangnya jika nanti membutuhkan konsultan khusus.

Kita setting dengan suasana santai, masyarakat bisa datang ke sini dengan kondisi santai, tidak harus serius, misalnya sedang bercelana olah raga, tidak harus menggunakan pakaian formal. Silakan memanfaatkan kesempatan ini,” terangnya.

Sementara itu. Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang KH Multazam Ahmad menambahkan, nilai-nilai spiritual dibutuhkan masyarakat, terlebih di era seperti sekarang ini.

Menurutnya, Masjid Raya Baiturrahman sudah menjadi salah ikon Jawa Tengah. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi pengelola masjid dalam berusaha mensyiarkan dakwah Islam yang ramah, sejuk dan penuh kedamaian.

Pemimpin Redaksi suaramerdeka.com Setiawan Hendra Kelana menambahkan, kegiatan yang sudah kali kedua digelar tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat. Terbukti dari yang datang mengunjungi stan beragam mulai dari konsultasi agama, belajar baca Alquran hingga konsultasi masalah keluarga.

Pihaknya berharap kegiatan ini akan terus berkembang. Karena ada tiga masjid, ke depan bisa digilir ke MAJT dan MAS. ”Atau tidak menutup kemungkinan bisa digelar secara langsung di dua atau tiga masjid sekaligus,” pungkasnya. (Siswo Ariwibowo-64)


(Siswo Ariwibowo /CN47/SM Network)