• KANAL BERITA

Warga Kelurahan Miroto Deklarasi Wegah Nyampah

SEMARANG - Pukul 06.00 warga menyemut di RW 3 Kelurahan Miroto Kecamatan Semarang Tengah dalam acara Warga Guyub bersama Suara Merdeka.

Diiringi tabuh genderang dan tari-tarian barongsai, Camat Semarang Tengah, Abdul Haris, melepas peserta jalan sehat yang mengenakan pakaian warnawarni. Warga RW 1 mengenakan pakaian biru, RW 2 merah, RW 3 kuning, RW 4 hijau, dan warga RW 5 merah muda.

Dalam barisan jalan sehat itu, tiap RWmembawa dua spanduk bertuliskan imbauan-imbauan, seperti ”Hijau Bumiku Sejuk Jiwaku”, ”Kotaku Cantik Tanpa Sampah Plastik”. Kemudian, ”Orang Bijak Buang Sampah pada Tempatnya”, ”Stop Plastic Polution” dan masih banyak lagi.

Slogan-slogan itu merupakan bagian dari kampanye untuk mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan Kelurahan Miroto. ”Itu ajakan untuk menyelamatkan bumi, setiap RW membawa dua buah spanduk. Selesai acara, spanduk Sementara itu, pada puncak rangkaian Warga Guyub itu warga yang hadir membaca deklarasi ”Miroto Wegah Nyampah” bersama-sama.

Dengan pembacaan deklarasi itu, warga khususnya di Kelurahan Miroto sepakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan sedotan, botol minum, dan tas belanja pakai ulang. Kemudian, tidak menyediakan styrofoam, kantong, dan sedotan plastik di toko atau tempat usaha.

”Mengajak kerabat, teman, tetangga, warga sekitar untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah. Mematuhi Perwal Nomor 27 Tahun 2019 demi terwujudnya Kota Semarang yang bersih dan bebas sampah plastik tahun 2025,” imbuh Lurah, kelahiran Semarang, 21 April 1963 itu.

Sri mengungkapkan, deklarasi itu merupakan tindak lanjut dari program Kota Semarang Wegah Nyampah yang dideklarasikan pada 27 Desember 2019. Hal itu, kata dia, juga mendukung Kampung Tematik Miroto Paru-parune Kutho yang ingin mewujudkan Kelurahan Miroto sebagai wilayah yang bersih dan asri.

Di samping mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dia juga mengimbau, agar lahan-lahan kosong yang ada di tiap sudut ditanami pohon. Supaya tidak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, misalnya dijadikan tempat parkir atau pedagang kaki lima.

Bergerak Bersama

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu meresmikan Taman Miroto Peduli yang merupakan hasil swadaya masyarakat. Kemudian, pemberian bibit tanaman dan compos bag atau tas kompos kepada KSM Miroto Paru-parune Kutho.

Wakil Wali Kota mengungkapkan, kepedulian warga terhadap lingkungan cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan deklarasi Miroto Wegah Nyampah dan peresmian taman yang dibangun menggunakan swadaya masyarakat yang didukung kelurahan. ”Hal ini menunjukkan bahwa prestasi para lurah di Kota Semarang hebat-hebat.

Saya juga mengunjungi ekspo dan peresmian Taman Kedondong di Kelurahan Kedondong. Ternyata, dengan adanya lomba Lurah Hebat ini membuat para lurah gemregah dan bersemangat untuk memberdayakan potensi yang ada di wilayahnya,” kata Ita sapaan akrab Hevearita G Rahayu itu.

Dia menambahkan, saat ini Kota Semarang dengan konsep bergerak bersama telah berhasil mengurangi banjir. Hal itu, kata dia, tidak lepas dari kepedulian masyarakat yang mendukung program- program Pemkot.

Hadir dalam acara tersebut, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi, Wapemred Agus Toto Wisyatmoko, dan Triyanto Triwikromo, Pemimpin Redaksi Suaramerdeka.com, Setiawan Hendra Kelana, Direktur Sales dan Komunikasi Bambang Pulunggono, Wakil Direktur Sales dan Komunikasi Agustina Purbandini. (bib-22)


(Setiawan Hendra Kelana, Mohammad Khabib Zamzami/CN47/SM Network)

Komentar