• KANAL BERITA

Ketua Umum Kadin Jateng Sampaikan Empat Aspirasi ke DPD RI

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pada era perlambatan ekonomi seperti yang terjadi saat ini, perlu kreativitas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Kukrit SW mengatakan, satu-satunya industri yang dapat bertahan adalah pariwisata.

Terlebih Jawa Tengah mendapatkan berkah dengan terbangunnya infrastruktur jalan tol yang mampu menghubungkan antara kota-kota besar di Jateng. Dulu  minder dengan Yogyakarta, kini kondisinya Jateng lebih banyak diuntungkan.

Semarang-Solo hanya satu jam, ke Surabaya hanya empat sampai lima jam. Semuanya menjadi dekat, tidak jauh lagi seperti dulu.

"Industri sepi, semua sepi, yang nggak sepi apa, orang dolan (berekreasi). Semarang sekarang hotel penuh mobil plat luar kota," kata Kukrit dalam Seminar Nasional Peran DPD RI dalam Pembangunan Jawa Tengah' di Gedung DPD Perwakilan Jawa Tengah Jalan Imam Bonjol Kota Semarang, Selasa (10/12).

Untuk itu pihaknya ingin DPD RI sebagai perwakilan daerah Jawa Tengah, agar banyak membawa event nasional dan internasional ke Jawa Tengah. Jika turisme ramai maka berimbas ke perdagangan. Kemudian ke investasi dan tenaga kerja banyak yang tertampung, sehingga kemiskinan turun.

"Kota ini juga terhubung langsung dengan Kuala Lumpur dan Singapura setiap pekan dan diisi oleh orang-orang Semarang," tambah CEO Suara Merdeka Network itu.

Beberapa waktu lalu, Duta Besar Malaysia datang ke Semarang membawa 50 pengusaha dari negeri jiran itu. Mereka juga akan segera membuka kantor konsulat di Kota Semarang.

Harapannya, akan banyak turis yang datang dan pengusaha yang akan mendapatkan kemitraan strategis dari pengusaha dari Malaysia. Belum lagi dengan wisata halal yang mempunyai potensi luar biasa.

"Kami ingin sinergi dengan DPD RI mengenai pariwisata di Jawa Tengah. Kami banyak potensi, belum lagi wisata halal," tuturnya.

Aspirasi kedua, Pelabuhan Tanjung Emas kenyataannya kalah dengan Tanjung Priok dan Perak. Secara penamaan seharusnya lebih baik daripada dua pelabuhan besar di Pulau Jawa dan secara kesejarahan, Tanjung Emas merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah di Batavia.

"Pelabuhan Tanjumg Emas ini susah berkembang karena BUMN yang membawahinya masih menginduk dengan Pelindo yang berkantor di Surabaya. Saat ini jika ada kapal singgah di Tanjung Emas hanya untuk kapal kecil, mulai dari peti kemas sampai dengan penumpang," tuturnya.

Ketiga, terkait dengan pendidikan vokasi di mana Jateng menjadi primadona. Terkait dengan pindahnya beberapa industri dari Jabar dan DKI Jaya ke Jateng, di mana Jateng mempunyai SDM yang banyak.

"Perlu dipikirkan pilot project sekolah yang langsung terkoneksi dengan dunia kerja," katanya.

Terakhir, Kadin Jateng secara rutin empat bulan sekali mengirimkan tenaga kerja magang ke Jepang, selama dua tahun saja mereka kerja di sana. Setelah pulang ke Indonesia menjadi rebutan industri.

Selain Ketua Umum Kadin, hadir pula anggota DPD RI, Abdul Kholik dan Iss Savitri, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah.


(Puthut Ami Luhur/CN47/SM Network)