• KANAL BERITA

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif Tetapi Melambat 

Semarang, suaramerdeka.com. Kadin Jawa Tengah mengadakan Seminar Economic Outlook dengan tema Evaluasi Perekonomian di Kwartal II Tahun 2019 dan Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2020 di Hotel Patra Semarang, Selasa (15/10).

Hadir dalam acara tersebut pembicara Raden Paradede, pengamat ekonomi nasional dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal dan Publik, Denni Puspa Purbasari, Deputi Bidang Kajian dan Pengelola Isu-isu Strategis Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Ariwibowo. 

Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Kukrit SW mengatakan acara Economic Outlook ini sangat penting untuk memberikan gambar mengenai perekonomian sampai akhir tahun dan di awal tahun 2020 untuk nantinya para pengusaha bisa bersikap dan mempersiapkan langkah kedepan. 

"Memberikan gambaran kira-kira bersikap seperti apa karena Jateng sekarang sedang menjadi primadona pelaku usaha di Indonesia," katanya 

Raden Paradede menuturkan tantangannya perekonomian Indonesia sangat komplek dengan adanya gejolak perekonomian global membuat sisi perdagangan di Indonesia terdampak namun relatif kecil. 

Ia pun memrediksi di tahun depan pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit dibawah 5 persen karena perekonomian dunia yang berat. Namun, lanjut Raden, hal ini jangan disikapi terlampau panik karena jika dibanding negara lain kita masih positif. 

Denni Puspa Purbasari menambahkan 
gejolak perekonomian global antara dua negara besar Amerika Serikat dan China tidak hanya berdampak ke Indonesia saja tetapi juga negara-negara lain. 

Menurutnya perekonomian Indonesia mengalami positif tetapi melambat hal itu dikarenakan melemah investasi dan ekspor. Denni memprediksi sampai akhir tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5 sampai. 5,1 persen. 

"Tahun 2020 bank dunia memprediksi ekonomi akan membaik. Dan ekonomi Indonesia tahun depan akan meningkatkan dibandingkan realisasi tahun ini  yang mencapai 5,1 sampai 5,2 persen," jelasnya. 

Sementara itu, Prasetyo Ariwibowo menambahkan Jawa Tengah mendapatkan target pertumbuhan ekonomi dari pusat sebesar 7 persen sehingga langkah yang dilakukan adalah mendorong investasi masuk salah satunya infrastruktur. Total ada 270 proyek yang akan dijadikan perpres untuk percepatan pembangunan Jawa Tengah. 

Tak hanya itu pemerintah juga memokuskan tiga kawasan untuk percepatan pembangunan yaitu Kawasan Industri Brebes, Kawasan Industri Kendal, dan Kawasan Pariwisata Borobudur.

"investasi selama lima tahun ini diatas target dan di 2018 mencapai Rp 59 triliun dan tahun ini bisa lebih dari itu. Sebagai besar investasi di Jawa Tengah adalah infrastruktur dan terbanyak energi persoalannya kalau itu habis ya habis sehingga kita mendorong infrastruktur lainnya salah satunya pariwisata," ucapnya.


(Cun Cahya/CN47/SM Network)