• KANAL BERITA

IKM Dituntut Tingkatkan Kualitas SDM, Produk dan Jejaring

Semarang, suaramerdeka.com. Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jawa Tengah terus dituntut agar bisa meningkatkan kualitas SDM, Produk, Manajerial serta jejaring terutama di era digital yang semakin kompetitif. 

Hal itu disampaikan Arif Sambodo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah disela pembukaan Pameran Cinta Indonesia yang diselenggarakan oleh Kadin Jawa Tengah di Mal Ciputra Semarang, Kamis (3/10).

Menurutnya hal itu perlu dilakukan sebagai akses untuk memperluas pasar baik di regional maupun global ditengah produk-produk luar negeri yang sudah masuk ke Indonesia dengan harga dan kualitas yang kompetitif. 

"pelaku IKM harus bisa mengupdate untuk menjadi langkah antisipasi apakah mau di zona nyaman atau naik kelas jika ingin lebih besar lagi usahnya," katanya. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga sudah melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM dan produk 
melalui bintek dan balai-balai latihan yang diarahkan ketiga pelatihan yaitu vokasional, manajerial dan kompetensi. 

Arif menjelaskan, dalam empat sampai lima tahun kedepan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diamanahi pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Untuk mencapai target tersebut dilakukan pendekatan wilayah yang kembangkan di tiga titik yaitu di kawasan Brebes, Kendal dan Borobudur. 

"produk yang difasilitasi adalah produk berorientasi ekspor dan produk yang bisa mengantikan bahan impor, menciptakan material center. Jika ini terwujud tak pelak pelaku IKM akan mendapatkan tarikan dari pusat ekonomi yang dikembangkan," jelasnya. 

Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Bidang Koperasi dan UMKM, Hasan Abdul Rozak menambahkan Kadin selama ini selalu memasilitasi dan mendampingi khususnya UMKM melalui pelatihan, perizinan serta sertifikasi agar bisa terus berkembang positif. 

Terutama di era revolusi industri 4.0 yang serba digital membutuhkan perhatian untuk menerjemahkan teknologi sebagai jalan memperluas pasar. 

"Kadin Jawa Tengah sudah bersinergi dengan Halosis dan Yelow Page, harapanya yang punya usaha dibantu difasilitasi masuk ke digital. Kadin Pusat juga memasilitasi untuk melakukan standar SNI , karena SNI sekarang harus menjadi prioritas di internasional," ucapnya. 

Pameran Cinta Indonesia ini sudah terselenggara kali kedelapan dan dimulai tanggal 3 sampai 7 Oktober 2019 diikuti 48 stan dan diisi 70 persen  IKM fashion. Untuk omzet tahun 2018  mencapai Rp 2,5 miliar dan diharapkan kali ini bisa lebih dari tahun lalu.


(Cun Cahya/CN47/SM Network)