• KANAL BERITA

Relokasi Industri Furnitur Jadi Langkah Strategis untuk Peningkatan Ekspor Jawa Tengah 

Semarang, suaramerdeka.com. Adanya relokasi pabrik mebel dari negara  Tiongkok yang akan masuk ke Jawa Tengah membuat tantangan dan peluang akan semakin kompetitif karena menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi peningkatan ekspor di Jawa Tengah. 

Diketahui ekspor furnitur Jawa Tengah menjadi peringkat kedua terbesar setelah tekstil dan barang tekstil namun nilai ekspor furnitur dinilai masih tertinggal dengan negara lain, padahal Indonesia merupakan negara yang mempunyai pasokan kayu sangat banyak. 

Bernadus Awin, Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kadin Jawa Tengah menjelaskan di Jawa Tengah furnitur lokal kontennya lebih tinggi dengan didominasi industri skala kecil dan menengah sehingga mempunyai peluang berkembang selama mampu memenuhi permintaan pasar. 

Yang menjadi permasalahan, lanjut Bernadus industri furnitur di Jawa Tengah belum banyak yang memakai teknologi terbaru karena dengan teknologi akan cepat menangkap permintaan pasar dan lebih efisien 

"di Jawa Tengah untuk efisiensi dan daya saing masih lemah karena masih memakai sistem produksi manual sehingga perlu duduk bersama antara dunia usaha, pemerintah mencari formula terbaik ketika para investor furnitur dari Tiongkok masuk ke Jawa Tengah," jelasnya dalam acara Jago Bisnis dengan tema relokasi industri furnitur internasional sebagai penunjang potensi investasi strategis menuju pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 7 persen di Studio TVKU, Rabu (11/9).

Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri menuturkan pemerintah pun sudah siap dengan masuknya investor furnitur luar negeri ke Jawa Tengah antara lain kesiapan  pemerintah di kabupaten dan kota soal lahan, infrastruktur serta perizinan yang sudah sangat dipermudah. 

Untuk perizinan, lanjut Ratna, sejak 2018 dipermudah dengan Online Single Submission (OSS) sehingga siapapun, kapanpun dan dimanapun bisa mengakses perizinan. 

"Dirasa berbelit karena belum terbiasa dan tugas kami bagaimana mengedukasi dan mensosialisasikan  proses perizinan secara online kepada masyarakat secara terus menerus," katanya. 

Andang Wahyu Triyanto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah menambahkan dengan adanya relokasi industri furnitur luar negeri masuk ke Jawa Tengah harus sama-sama saling menguntungkan, sehingga perlu adanya regulasi untuk mengaturnya. 

Salah satunya menjadi syarat investor yang akan masuk harus berkewajiban transfer pengetahuan teknologi yang akan dibawa. 

"mereka kesini pasti bawa teknologi dan berkewajiban transfer pengetahuan. Balai latihan juga harus diisi dengan mesin-mesin teknologi yang terbaru sehingga nantinya akan tercipta saling kecocokan antara industri dan kebutuhan tenaga kerja terampil," ucapnya.


(Cun Cahya/CN47/SM Network)