• KANAL BERITA

Beranda Ulama Suara Merdeka, Mencerahkan dan Mencerdaskan

Setahun “Beranda Ulama” Suara Merdeka, Mencerahkan dan Mencerdaskan

SEMARANG - Satu tahun rubrik Beranda Ulama di Harian Suara Merdeka diperingati secara sederhana di Lantai 17 Menara Suara Merdeka, Jalan Pandanaran, Kamis (5/9). Pada kesempatan tersebut, CEO Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono mengundang tokoh-tokoh ulama penting di Jawa Tengah, seperti Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jateng Drs H Ali Mufiz MPA, Prof Dr H Noor Achmad MA, Prof Dr H Ahmad Rofiq MAg, Sekretaris Umum MUI Drs H Muhyidin MAg, serta Sekretaris Dr Hj Umul Baroroh MAg.

Selain itu hadir juga Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Prof Dr Hj Sri Suhanjati MAg, bersama anggota Dr Hj Arikhah Imam Taufik MAg, dan Sekretaris Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Dr H Abu Rohmat MAg. Di luar pengurus MUI, hadir juga Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko MSc, Rektor Unwahas Prof Dr Mahmuhtarom HR SH MH,  serta Ketua PWNU Jateng Drs H Muzamil MAg.

Dalam pengantarnya, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi mengatakan penting untuk memaknai satu tahun terbitnya Beranda Ulama yang kelahirannya bisa dikatakan sangat cepat. 
"Hari Senin, CEO meminta agar rubrik ini terbit Jumat. Selasa kumpul di RM Padang Sederhana, Jumat bisa terbit. Tak terasa satu tahun sudah berjalan. Beranda Ulama ini menjadi satu-satunya di seluruh Indonesia. Kami mohon dukungan dari kiai dan ulama. 

Keberadaan Beranda Ulama ini untuk mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat Jawa Tengah," paparnya.
Kukrit kemudian mengungkapkan, Beranda Ulama baru pemanasan. Menurut dia ada rangkaian panjang kerja sama SM Network dengan tiga masjid besar di Jawa Tengah, yaitu Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman), dan Masjid Baiturahman untuk mengembangkan kajian keagamaan. 

"Ke depan, lebih banyak kajian fokus generasi muda. Anak-anak muda sekarang ini luar biasa, yang menjadikan kajian keagamaan sebagai bagian dari gaya hidup. Hijrah sekarang ini sudah menjadi gaya hidup," tutur dia.

Suara Merdeka, menurut Kukrit, akan all out, mendukung pengembangan kajian keagamaan. Bekerja sama dengan tiga masjid besar di Semarang dalam rangka untuk memberikan ruang sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk megembangkan potensi. 

"Kita akan mendorong ulama-ulama muda untuk tampil, profilnya kita ekspose, dorong mereka untuk terus maju," tambah Kukrit yang juga meminta ulama untuk memanfaatkan 100 jaringan radio di Jawa Tengah untuk berdakwah.

Terharu
KH Darodji mengaku terharu dengan Beranda Ulama yang telah setahun menemani pembaca Suara Merdeka. 
"Saya khutbah di Istiqlal, Beranda Ulama ini sampai ke sana, mereka membaca. Beranda Ulama, ini membuat ulama Jawa Tengah makin dikenal. Matur nuwun kepada Suara Merdeka yang telah memberi ruang kepada ulama," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Darodji meminta kepada ulama di Jateng untuk mengisi rubrik itu. 
"Saya sudah meminta rekan-rekan untuk mengisi, nuliso! Tapi belum semua. Mangga ini milik kita," katanya yang berharap ke depan para ulama mempunyai bank tulisan.

Hal yang sama diutarakan Ali Mufiz. Dia berterima kasih kepada CEO Suara Merdeka yang memberikan ruang pada ulama lewat Beranda Ulama. 
"Beranda Ulama ini satu-satunya di Indonesia, bahkan, kayaknya kalau guyon, seluruh dunia gak ana, ini satu-satunya di dunia. Menariknya ini semua digerakkan Mas Kukrit untuk membikin rubrik yang khas," kata mantan Gubernur Jateng itu. 

Menurut dia, ada filosofi di balik Beranda Ulama. Itu berangkat dari kehidupan sehari-hari bahwa pada umumnya rumah di Jawa memiliki beranda di depan. 
"Tidak ada pintu. Jadi sebenarnya nama beranda memberikan pesan bahwa Beranda Ulama dikelola secara terbuka yang memuat pikiran ulama untuk masyarakat Jateng. Ini sumbangan ulama Jateng dan Pak Kukrit," ujar Ali Mufiz. 

Peringatan satu tahun Beranda Ulama ditandai dengan salat maghrib berjamaah dan pemotongan tumpeng dari Kukrit Suryo Wicaksono diserahkan kepada Ahmad Darodji. Pada kesempatan itu diberikan juga penghargaan untuk penggagas, yaitu Ahmad Darodji, Ali Mufiz, dan Muhyidin, penulis, Sri Suhanjati, Umul Baroroh, Arikhah Imam Taufiq, Abu Rohmat, Ahmad Rofiq, dan Noor Achmad.

Penghargaan juga diberikan kepada pengelola Beranda Ulama, Hasan Fikri, Agus Fathuddin Yusuf, Mohammad Saronji, Dwi Ani Retnowulan, dan Wahyu Wijayanto.(Eko Edi Nuryanto)


(Setiawan Hendra Kelana/CN47/SM Network)