• KANAL BERITA

Tanggapi People Power, Gus Zaim Minta Pemimpin Masyarakat Tak Panasi Situasi

Sejumlah tokoh masyarakat dan agama di Kabupaten Rembang “menyentil” desas-desus gerakan people power yang belakangan cukup nyaring disuarakan menyikapi hasil Pemilu 2019. Mereka meminta agar para penimpin masyarakat tidak memanaskan situasi yang ada. 

Pengasuh Ponpes Kauman Lasem, KH Zaim Ahmad Ma’sum alias Gus Zaim berpandangan, jika ada rencana people power dengan menggerakan massa ke titik tertentu untuk protes dan lain sebagainya adalah suau cara yang kebablasan.

Sebab, jika hal itu berkaitan dengan hasil Pemilu, secara aturan sudah ada lembaga yang mengaturnya, yaitu KPU atau Bawaslu. Dengan keberadaan dua lembaga yang berwenangan terkait Pemilu itu, semestinya tidak ada kelompok yang membuat cara sendiri di luar mekanisme hukum.

Gus Zaim menyebut, jika ada kelompok-kelompok yang merasa tidak puas terkait dengan pelaksanaan Pemilu, maka bisa menggunakan cara-cara yang sesuai dengan aturan. “Kalau cukup di kepolisian, disampaikan ke kepolisian saja,” kata Gus Zaim.

Menurut Gus Zaim, jika bicara soal pelanggaran sudah pasti ada di berbagai sisi organisai dan kehidupan. Namun demikian, ia mengingatkan adanya pelanggaran itu tidak menjadikan suatu hasil yang tidak sah.

“Makanya ada toleransi untuk kesalahan di atas 5 persen, baru di (tidak melanjutkan). Kalau di bawah 5 persen tidak perlu kemana-mana. Itu semestinya dilakukan tanpa harus menggerakan massa untuk people power. Kalau bentuk tuntutan berupa (di dalam) lembaran (kertas) silahkan,” ujarnya.

Ia pun meminta agar para pimpinan masyarakat untuk tidak membuat panas situasi. Semestinya di momen Ramadhan, para pemimpin bisa menciptakan situasi yang adem dengan menyingkirkan kabar hoaks. “Dalam konteks politik, ada aturan yang harus ditempuh. Kalau Pileg ada KPU dan Bawaslu. Kalau umum ke pengadilan. Semua ada jalurnya, njalur saja,” imbuhnya.

Sementara itu terkait dengan situasi yang berkembang belakangan, Ketua PCNU Kabupaten Rembang, Sunarto meminta, masyarakat Rembang tidak ikut-ikutan berpikir yang tidak rasional. Sudah saatnya orang pintar berpikir agar tidak membingungkan umat.

“Saya berharap warga Rembang jadilah warga yang waras, tidak perlu ikut-ikutan orang di Jakarta. Paling baik, taat kepada pemerintah. Apa pun keputusan pemerintahan adalah keputusan yang sah,” tandasnya. 


(Setiawan Hendra Kelana/CN47/SM Network)