• KANAL BERITA

Perluas Potensi Agrobisnis ke Pasar Internasional Segmen 2

Pemprov Jateng perlu berupaya melakukan percepatan untuk memperluas pasar tidak hanya di dalam maupun ke luar negeri termasuk di dalamnya komoditas agro yang sudah dikembangkan. Selama ini sebenarnya permintaan pasar asing terhadap produk hortikultura saja misalnya cukup besar, tetapi kemampuan untuk menyediakannya secara kontinyu menjadi kendala.

 

Wakil Ketua Umum Pangan dan Agrobisnis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah J Dwi Kuncoro mengungkapkan, di negara luar yang sangat tergantung musim tidak bisa setiap saat menghasilkan produk pertanian, tetapi Indonesia mampu mewujudkannya. Dan dari berbagai produk mulai dari pertanian, peternakan dan perikanan memiliki peluang besar jika ditujukan bagi market luar negeri.

 

''Untuk di hortikultura ada buah dan sayuran. Di Tiongkok misalnya mereka sangat menyukai durian musang king, pernah juga kita ditantang mampu nggak kita kontinyu produk tersebut ternyata masih belum sanggup. Selain itu juga banyak standardisasi yang harus dipenuhi oleh petani kita,'' ujar Kuncoro yang juga salah satu pemrakarsa Obor Tani itu dalam dialog Jago Bisnis kerja sama Kadin Jateng dengan Suara Merdeka Network (SMN) di studio TVKU, Rabu (8/5).

 

Dengan merambah pasar internasional, lanjut dia, menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak untuk meningkatkan standardisasi produk yang dihasilkan agar bisa masuk ke dalam pasar internasional. ''Sudah ada yang bergerak ke sana tapi masih belum maksimal, butuh dukungan pemerintah supaya standarisasi yang ditetapkan agar bisa masuk ke pasar internasional ini bisa dipenuhi,'' terangnya.

 

Narasumber lainnya, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng Bimo Santoso menilai, sektor agrobisnis ini memang menjadi prioritas mengingat Jateng juga menjadi lumbung pangan. Tidak hanya di sisi hulu saja, namun hilir pun juga perlu dipikirkan termasuk di dalamnya produk olahan yang dihasilkan dari sektor tersebut.

 

''Perkembangan IKM pangan cukup positif namun yang perlu dipikirkan bagaimana menjaga keberlanjutan bahan baku karena tergantung iklim dan cuaca atau misanya terjadi bencana,'' rerang Bimo Santoso.

 

Bagaimana mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk membuka peluang usaha khususnya di sektor agrobisnis, menurut dia, menjadi salah satu upaya menyerap tenaga kerja. Banyak usaha pangan olahan ini yang melibatkan tenaga kerja dan mampu memberikan tambahan penghasilan termasuk juga generasi milenial yang kini berlomba-lomba membangun jejaring melalui online untuk memasarkan produknya.

 

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Mochamad Santoso mengatakan, dalam beberapa aspek mulai dari teknologi pangan hingga kemasan juga sudah dilakukan pendampingan. Santoso mengakui, kualitas dan performa produk yang dihasilkan memang sudah seharusnya diupgrade agar bisa diterima pasar internasional.

 

''Kami memiliki Balai Kemasan yang akan membantu IKM skala kecil menengah. Mereka akan dibuatkan kemasan desain dan pelatihan supaya bisa bersaing dengan produk lainnya termasuk jika ingin merambah pasar internasional,''imbuh Santoso. (Setiawan HK, Modesta Fiska)


(Setiawan Hendra Kelana, Modesta Fiska/CN47/SM Network)