• KANAL BERITA

BPN Imbau Pengusaha Jeli Pilih Lahan Segmen 5

Kecermatan dan kejelian pengusaha memilih lahan yang sesuai peruntukan usaha, menjadi faktor penting percepatan proses persertifikatan lahan yang diajukan ke Badan Pertanahan Nasional. Hal ini menjadi solusi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) terhadap keluhan pengusaha terkait lamanya proses mengurus sertifikasi lahan yang terjadi hingga 2019 ini Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Penataan Pertanahan Kantor Wilayah BPN Jateng, Herry Sudiartono dalam Jagongan Obrolan Bisnis (Jago Bisnis) kerjasama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jateng dan Suara Merdeka Network di studio TVKU Semarang, Rabu (24/4). Dia juga menyebut kesesuaian tata ruang saat ini adalah hal yang mendesak untuk disampaikan kepada masyarakat, terutama pengusaha yang berkecimpung dalam bidang properti maupun yang ingin memperluas lahan usahanya.


''Saat seorang pengusaha membeli tanah, harus melihat tata ruang lahan yang dia akan gunakan. Seperti contoh, jangan membeli lahan pertanian jika ingin membangun gudang atau perumahan. Dalam perizinannya pasti ada kendala yang mengakibatkan proses persertifikatan berlangsung lama. Tentu paling pas untuk membangun gudang di lahan industri dan permukinan ada di lahan bekas perumahan,'' kata Herry.


Jika solusi itu dijalankan, BPN Jateng juga semakin terbantu. Sebab pada 2024, ditargetkan semua lahan di provinsi ini sudah terdaftar dalam persertifikatan yang gencar dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Target ini lebih cepat satu tahun dari rencana pencapaian pemerintah secara nasional yakni pada 2025 mendatang.


''Sejauh ini dari data BPN, baru 40 persen dan belum sampai 50 persen bidang tanah di Indonesia bersertifikat. Hal ini yang menjadi nawa cita pemerintahan Bapak Joko Widodo dalam program reforma agraria yang terus dijalankan,'' lanjut Herry


BPN juga saat ini mulai menerapkan sistem digital agar pelayanan sertifikat lahan bisa dilakukan secara cepat. Herry mengatakan hal itu sudah dimulai pada 2014 dengan adanya migrasi sistem dari Komputerisasi Kantor Pertanahan (KKP) ke web sistem yang terkoneksi di seluruh Indonesia.


''Harapan dari inovasi yang kami lakukan ini juga, agar  data bisa terkontrol dan cepat. Meskipun kami akui, sejauh ini belum berjalan sempurna. Sebab sistem terus memerlukan penyempurnaan dan semua ini demi cita-cita BPN menuju era digital,'' tandas Herry


Selain dari BPN Jateng, hadir sebagai narasumber lainnya dalam dialog bertema ''Percepatan Persertifikatan Tanah Untuk Properti dalam Rangka Meningkatkan Investasi di Jateng'' ini, Wakil Ketua Umum Bidang Properti dan Permukiman Kadin Jateng, MR Priyanto.


Terkait percepatan persertifikasian lahan yang didengungkan BPN itu, Priyanto sangat setuju. Sebab menurutnya, jika ada kemudahan perizinan dan persertifikatan lahan akan mengundang investasi dari luar daerah ke Jateng.


''Teman-teman di Kadin banyak yang  bergerak di bidang yang bersinggungan dengan sertifikat tanah dan berhubungan langsung dengan BPN. bpn cukup banyak. Untuk membangun kawasan industri, perhotelan, perumahan tentu merka ini bergerak pertama untuk mendapatkan perizinan berdasar kepemilikan tanah. Sebab itu percepatan dalam proses di BPN sangat penting bagi kami,'' kata Priyanto.


Selama ini, banyak kendala yang dihadapi dalam hal proses mendapat sertifikat tanah tersebut. Satu diantaranya dilihaT karena lamanya proses pengukuran lahan oleh sumber daya manusia yang dimiliki BPN.
''Dari pengalaman kami, petugas di BPN tidak begitu terpenuhi jumlahnya. Sehingga mengakibatkan pengukuran lahan berlangsung lama. Lima hektar saja, pengukurannya bisa sampai satu bulan. Dengan molornya waktu, membuat adanya pemotongan kredit dari bank yang sudah bekerja sama dengan teman Kadin, jika sertifikat belum jadi. Hal ini memang menjadi kendala yang paling sering ditemui,'' jelas Priyanto.


Dia juga setuju dengan digitaliasi di sistem BPN. Harapannya pada 2019 ini proses dalam persertifikatann bisa lebih lancar. ''Tepat waktu, tepat biaya, kami harapkan bisa dipenuhi BPN ke depan. Sehingga pengusaha terbantu dan investasi ke Jateng juga semakin meningkat,'' tandasnya. (mam)

 


(Setiawan Hendra Kelana, M Alfi Makhsun/CN47/SM Network)