• KANAL BERITA

Perusahaan Diminta Berdayakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah meminta perusahaan bisa turut serta memberdayakan para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Salah satu langkah yang bisa dilakukan ini adalah melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR).

Wakil Ketua Umum CSR dan Kemitraan Usaha Kadin Jawa Tengah Ferry Firmawan mengungkapkan, hingga saat ini sinergi apik terus dilakukan Kadin Jateng bersama dengan Dinas Sosial Provinsi Jateng. Upaya pemberdayaan kepada komunitas termasuk di dalamnya kalangan PMKS ini diharapkan bisa memberikan keterampilan sehingga memberikan nilai tambah dari sisi pendapatan.

Kadin Jateng sendiri juga sudah melaksanakan Kadin Space - Social Program Asistance & Community Empowerement dimana bukan hanya sekadar charity tapi juga memberdayakan komunitas yang ada. "Kita tidak hanya memberikan ikan tapi juga kail, bahkan kadang kita harus buatkan kapalnya," ujar Ferry Firmawan dalam dialog Jago Bisnis kerjasama Kadin Jawa Tengah dan Suara Merdeka Network di Studio TVKU Semarang, Rabu (27/3) malam.

Narasumber lainnya dalam dialog Jago Bisnis bertema "Peran Dunia Usaha dalam Pengentasan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial" adalah Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Nur Hadi Amiyanto.

CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan, menurut Ferry, adalah soal komitmen bahwa keuntungan yang didapat bukan hanya untuk kepentingan perusahaan tetapi juga untuk mendorong kesetiakawanan sosial di lingkungan sekitarnya. Tanggungjawab sosial ini sekaligus juga upaya membangun loyalitas para konsumen atau pelanggannya.

"Kadin sebagai institusi tempat bernaungnya asosiasi diharapkan bisa ikut menggerakkan semua anggotanya dan CSR ini bisa jadi momentum dan harus jadi lifestyle atau gaya hidup," katanya.

Ditambahkan, Kadin juga bisa menggerakkan asosiasi usaha yang ada di bawahnya misalnya dengan asosiasi perumahan untuk membangun hunian sederhana. Koordinasi bersama dengan korporasi ini juga memiliki progress yang signifikan.

"Kita berusaha ke depan untuk melakukan yang lebih berkelanjutan mengenai program Kadin Space supaya bisa lebih bermanfaat," terang Ferry.

Sementara itu, menurut Kadinsos Jateng Nur Hadi Amiyanto menilai, sebagai garda terdepan pengawal pelayanan pada PMKS tentunya sudah banyak upaya yang telah dilakukan mengacu pada empat pilar. Mulai dari pilar penjamin, rehabilitasi, perlindungan dan pemberdayaan telah dilakukan untuk PMKS yang ada di Jateng. Secara konstitusi, lanjut dia, negara harus melindungi orang telantar, fakir miskin harus dipelihara oleh negara.

"Tercatat ada 4 juta lebih penyandang masalah kesejahteraan sosial di Jateng. Kita harus upayakan untuk mengawal pelayanan pada PMKS. Di pilar rehabilitasi misalnya di dalam panti menjadi tugas pusat dan pemprov sedangkan di luar panti adalah tugas pemkab," papar Nur Hadi.

Sejauh ini Jateng adalah provinsi paling ramah PMKS dengan jumlah panti sosial yang dikelola provinsi cukup banyak lebih dari 50 buah. Bahkan tahun ini juga akan membangun dua panti lagi untuk eks penyandang gangguan jiwa di Kabupaten Pekalongan dan Cilacap. Selain untuk penyandang gangguan jiwa, juga terdapat panti bagi lansia terlantar dan panti untuk anak serta balita.

"Di provinsi juga ada forum CSR yang dipimpin Sekda dan kami berterimakasih dengan Kadin yang sudah banyak membantu terkait permasalahan PMKS ini. Mungkin sudah puluhan miliar bantuan yang telah disampaikan," imbuhnya.


(Setiawan Hendra Kelana/CN35/SM Network)