• KANAL BERITA

Perlu Sinergitas untuk Tingkatkan Ekspor Produk Kayu Jepara

SEMARANG, suaramerdeka.com - Produk kayu, furnitur dan ukiran terkenal sebagai produk unggulan Kabupaten Jepara dan menjadi pendorong ekspor terbesar. Produk furnitur Jepara mencapai masa kejayaan sekitar 1998 dengan permintaan ekspor yang sangat tinggi. Namun lambat laun semakin menurun dikarenakan beberapa faktor.  Antara lain bahan baku, desain serta SDM.

Ketua Kadin Kabupaten Jepara, Andang Wahyu Trianto mengatakan, 60 persen pengusaha di Jepara bermain di industri mebel dengan jumlah sekitar 12 ribu pelaku bergerak di mebel mau pun di produk atau barang pendukung dan pembantu.

"Perkembangannya sempat turun karena industri dipengaruhi banyak faktor. Namun di dua sampai tiga tahun belakang sudah stabil dan kecenderungan tren naik karena adanya sinergitas antara pemerintah daerah dengan asosiasi serta para UMKM dan UKM," katanya, dalam acara Jago Bisnis bertema Meningkatkan Kembali Ekspor Furniture, Kayu dan Handycraf Sebagai Produk Unggulan Kabupaten Jepara di TVKU, Rabu (13/2).

Hadir juga sebagai narasumber adalah Wakil Bupati Jepara, Dian Kristiandi, dan Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya, Maskur Zaenuri.   

Andang menambahkan, untuk meningkatkan ekspor harus menciptakan produk yang baik dan berinovasi serta bersinergi dengan pemerintah daerah. Kadin pun juga memfasilitasi dengan membuka klinik desain furniture agar para pelaku industri tidak hanya bisa bermain di lokal tapi juga bisa pasar ekspor.

"Pasar dunia itu masih luas untuk furniture dan di Jepara setiap tahun paling tidak harus ada peningkatan 10 persen untuk ekspor," ucapnya.

Wakil Bupati Jepara, Dian Kristiandi menjelaskan, sinergitas Pemerintah Jepara untuk mendorong industri mebel dengan membuat perda agar melindungi pelaku industri serta memasilitasi pelatihan dan perluasan pasar melalui berbagai pameran.

Dian berharap, dengan fasilitas pelatihan  yang bisa menciptakan produk-produk yang berkualitas serta berbagai kegiatan pameran, pasar produk kayu, furnitur dan ukiran bisa masuk lebih banyak lagi di Jepara. "Ekspor mebel di 2018 ini ada kenaikan 11,49 persen dari pada tahun 2017," jelasnya.

Sementara itu Ketua HIMKI DPD Jepara Raya, Maskur Zaenuri menuturkan, adanya peran serta Kadin dan Pemerintah Kabupaten Jepara sangat membantu terutama dalam pembinaan SDM. Karena kebanyakan industri besar mebel masih memanfaatkan pengrajin-pengrajin kecil.

"Kendalanya penyesuaian permintaan pasar tidak langsung terpenuhi karena ada keterbatasan. Pengrajin kecil tidak bisa mandiri dan pemerintah harus hadir mengcover yang diperlukan," tuturnya.


(Cun Cahya/CN47/SM Network)