• KANAL BERITA

Pantura Harus Bangkit dan Perkuat Daya Tarik Segmen 5

SEMARANG - Tol Transjawa yang memberikan banyak imbas percepatan akses menuju kota-kota di berbagai wilayah di Pulau Jawa, ternyata memengaruhi sektor-sektor bisnis yang berada di dekatnya.

Arus kendaraan yang biasa melewati jalur pantura dan kini beralih melalui jalan tol, berdampak terhadap usaha yang sebelumnya berkembang pesat. Pusat oleh-oleh atau suvenir hingga kuliner, termasuk juga SPBU mengalami penurunan omzet yang signifikan sesudah tol beroperasi. Wakil Ketua Umum Koordinator Wilayah Utara Kadin Jateng Moh Amin mengungkapkan tol ini sudah menjadi suatu keniscayaan, sehingga para pelaku usaha baik besar maupun kecil juga harus terus bergerak untuk berinovasi.

Rest area untuk menampung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan sektor usaha tersebut, walaupun mungkin tidak semua bisa tertampung. “Kami berharap pemda mengakomodasi dan menyampaikan usulan kami kepada pusat agar usahausaha lokal bisa difasilitasi. Kalau rest area sekarang eksklusif, sehingga pengusaha besar gampang saja, tetapi bagaimana dengan mereka yang menengah ke bawah, pasti akan kesulitan,” papar Amin saat berdialog dalam program Jago Bisnis, Jagongan Obrolan Bisnis yang dipandu Myra Azzahra di studio TVKU Semarang, kemarin.

Dalam program kerja sama dengan Kadin Jateng tersebut, Amin menuturkan wilayah pantura harus bersaing menciptakan magnet atau daya tarik supaya mereka yang melalui jalan tol bisa ditarik keluar dan menikmati potensi. Event yang menarik, kreatif, dan berkelas bisa menjadi daya tarik tersendiri jika dikemas dengan kalender pariwisata, misalnya, atau event-event budaya dan festival kuliner yang atraktif. “Harus kreatif mengemas; kalau tidak, ya habis sudah, cuma dilewati saja, tidak mau masuk. Kecuali memang daerah itu punya kekhasan produk, pariwisata, atau event,” tegas dia.

Koordinator Jabatan Fungsional Perencana Bappeda Provinsi Jawa Tengah Muji Purnomo menyebutkan penciptaan produk unggulan daerah sesuai dengan potensi dan kekhasan masing- masing sangat penting dilakukan. Hal itu akan menjadikan kota di wilayah pantura benar- benar menjadi sebuah kota tujuan, bukan sekadar untuk numpang lewat. Rest area juga sangat penting, namun hal itu menjadi kewenangan pusat. “Pemprov bisa memfasilitasi dalam mengomunikasikan perizinan penggunaan rest area dengan ketentuan yang tidak memberatkan jika arahnya ke UMKM,” tegas dia.

Sentra-sentra yang mendekatkan diri pada exit tol, lanjut Muji, juga bisa menjadi salah satu solusi agar usaha tetap bisa tumbuh baik. “Dengan pariwisata yang terus ditumbuhkan akan ada multiplier effect pada sektor usaha yang lain. Apalagi ditargetkan tumbuh sekitar 400 desa wisata di Jateng, tentu hal itu menjadi angin segar bagi perekonomian di wilayah pantura,” tandas dia. 


(Setiawan Hendra Kelana/CN47/SM Network)