Alunan Merdu Gita Dian Nuswa

SETIAP kali hendak mengikuti lomba, Paduan Suara Mahasiswa Gita Dian Nuswa Universitas Dian Nuswantoro (PSM GDN Udinus) punya tradisi menggelar konser prakompetisi.

Mereka, misalnya, mengemas konser secara sungguhsungguh sebagai ajang pemanasan sebelum beraksi di panggung 1st Taipei International Choral Competition 2018, 30 Juli-3 Agustus nanti. Pre-Competition Concert ”Senja: Seribu Langkah Menggapai Cakrawala” merangkum penampilan megah PSM GDN, Selasa (26/6) malam.

Konser di aula Gedung E Lantai III Udinus itu bernapaskan impian PSM GDN untuk berkompetisi di kancah internasional dan menggapai mimpi lebih tinggi.

Tema itu mengacu ke keberhasilan PSM GDN mengantongi dua medali emas kategori mixed youth dan folklore pada 5th Vietnam International Choir Competition, tahun lalu. Tahun ini, kelompok paduan suara itu ingin mengulang kesuksesan tersebut.

Acara yang dimulai pukul 19.00 itu dibuka dengan lagu ”Tari Indang”, yang bercerita tentang upacara penyambutan. Selanjutnya, medley lagu ”Hela Rotan”, ”Ugo-ugo”, dan ”Jaranan”. Dari ”Hela Rotan” aransemen Ken Steven yang berirama kuat beralih ke ”Ugo-ugo” gubahan Budi Susanto Yohanes.

Saat menampilkan ”Jaranan” aransemen Alfonso Andika Wiratma, dua lelaki anggota paduan suara memainkan jaran kepang di bibir panggung, membuat suasana makin meriah. Konser itu makin memesona lantaran menggandeng paduan suara SMA Negeri 1 Semarang, Chorale. Beranggota 28 orang, Chorale membawakan ”Zikr Ar- Rahman” komposisi Ethan Sperry.

Lagu religius itu terdengar megah: indah sekaligus misterius. ”Kami belajar banyak saat latihan. Bukan hanya soal gerakan atau dinamika suara, melainkan juga mempelajari proses.

Dalam proses kami belajar untuk bersama- bersama sebagai keluarga, membangun keharmonisan untuk menghasilkan suara yang kami inginkan saat bernyanyi,” tutur ketua kontingen Maurus Reza.

Kemasan Apik

Pada kompetisi kelak, PSM GDN mengikuti dua kategori, yakni youth dan ethnic. Pada kategori youth, PSM GDN secara apik mengemas lagu ”Good Night”, ”Gloria Patri”, dan ”Nawba Isbahan”.

Alunan ”Good Night” aransemen Chia-Ming Chien dan Nan-Chang Chien merupakan lagu pengantar tidur layaknya ”Nina Bobo” terasa dinamis. Formasi 18 personel perempuan berbalut gaun panjang merah dengan pola emas di pinggang serta 15 anggota lelaki memakai atasan dan bawahan merah senada berubah tatkala mendendangkan ”Gloria Patri”.

Berdiri tiga lapis dengan perempuan di sebelah kiri dan lelaki di sisi kanan, mereka tampak khusyuk menyanyikan lagu gubahan Budi Susanto Yohanes yang berisi pujipujian dan rasa syukur pada Tuhan itu. Lantunan ”Nawba Isbahan” tak kalah memukau. Diiringi gerakan tari tiga perempuan, lagu tentang persatuan agama dan acara pernikahan suatu adat itu terdengar menggetarkan jiwa.

Efek pencahayaan dan kostum merah menambah kesan panggung tengah membara. Konser ditutup dengan kolaborasi PSM GDN dan Chorale lewat lagu ”A Million Dreams”. Sebelumnya, PSM GDN menampilkan tiga lagu dari kategori etnik, yaitu ”Soleram”, ”Elders Drinking Song”, dan ”Yamko Rambe Yamko”.

Kor prima berpadu dengan kostum atraktif membuat penampilan meraka dalam kategori itu mendapat sambutan meriah dari penonton. Itu merupakan amunisi yang cukup untuk kembali berlatih dan menampilkan yang terbaik di panggung kompetisi paduan suara di Taipei. (Sofie Dwi Rifayani- 53)


Tirto.ID
Loading...
Komentar