Waduk Logung Mendekati Tuntas

Akselerasi Pembangunan Dimungkinkan

SM/Anton WH  -  PEMBANGUNAN WADUK : Proses pembangunan Waduk Logung di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. (39)
SM/Anton WH - PEMBANGUNAN WADUK : Proses pembangunan Waduk Logung di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. (39)

JEKULO - Target penyelesaian Waduk Logung di perbatasan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe pada bulan Agustus, dimungkinkan direalisasikan. Hingga kemarin, penyelesaian pembangunan masih melebihi target. Cuaca cerah menjadi faktor utama dilakukannya akselerasi pembangunan.

Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Zulfan Arief Mustafa menjelaskan, hingga saat ini proyek fisik sudah mencapai 86,78 persen. Surplus penuntasan 3,16 persen. ”Itu target multy years 2016-2018,” katanya. Target pembangunan 2018 sebesar 38,98 persen.

Terjadi surplus penyelesaian 8,98 persen. Pihaknya optimistis dapat merealisasikannya. Semula, waduk diperkirakan diselesaikan akhir Agustus dari target awal 18 Desember nanti. ”Di lapangan, dimungkinkan dilakukan akselerasi penuntasan,” ujarnya.

Ditambahkan Koordinator Lapangan Pembangunan Waduk Logung Gusfani Dede Ramadan, faktor cuaca sangat penting. Jika cuaca cerah, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat. Material, alat, dan tenaga kerja sudah disiapkan dengan baik.

Ketua Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) Sistem Irigasi Kedungombo Kaspono menambahkan, manfaat waduk ditunggu. Potensi pengurangan banjir dimungkinkan karena waduk dapat menampung sementara aliran sejumlah sungai yang berhulu di lereng Pegunungan Muria.

Salah satu sungai yang alirannya dapat ditampung yakni Juwana. ”Bila potensi banjir Juwana dapat dikurangi manfaatnya akan sangat besar,” jelasnya. Sungai Juana sangat rentan limpas. Padahal, di daerah aliran sungai terdapat ribuan hektare lahan pertanian potensial.

Diperlukan normalisasi secara menyeluruh untuk mengurangi potensi limpasan. Saat debit Sungai Juwana meningkat, ribuan hektare lahan di Kudus dan Pati terancam banjir.

Beberapa tahun terakhir, potensi banjir masih mengancam petani di area tersebut. Bila Logung dituntaskan, dampak yang dirasakan sangat besar untuk petani. ”Mengurangi, tidak menghilangkan semua potensi banjir,” imbuhnya. (H8-39)


Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar