”Jangan Cederai Masa Tenang...’’

Bawaslu Ingatkan Potensi Politik Uang

SM/dok KPU Jateng : PENGIRIMAN LOGISTIK: Petugas KPU dikawal aparat keamanan mengirim logistik pemilu ke Karimunjawa dengan menggunakan kapal dari Jepara, Kamis (21/6). (24)
SM/dok KPU Jateng : PENGIRIMAN LOGISTIK: Petugas KPU dikawal aparat keamanan mengirim logistik pemilu ke Karimunjawa dengan menggunakan kapal dari Jepara, Kamis (21/6). (24)

SEMARANG -Tahapan Pilgub Jawa Tengah dan pemilihan bupati/wali kota di tujuh daerah akan memasuki masa tenang pada 24-26 Juni, sebelum pencoblosan pada 27 Juni 2018.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng mengimbau para pasangan calon dan pendukungnya memberi kesempatan kepada masyarakat berpikir secara jernih untuk menentukan pilihan. ”Jangan cederai masa tenang dengan hal-hal yang bisa membuat pengaruh di tengah masyarakat. Mari kita jaga agar Pilgub Jateng dan pilkada tetap kondusif.

Biarkan masyarakat menentukan pilihan secara merdeka,” imbau anggota KPU Jateng Muslim Aisha, Jumat (22/6).

Dua pasang calon gubernur-wakil gubernur, yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin (nomor urut 1) dan Sudirman Said-Ida Fauziyah (nomor urut 2) serta kandidat di tujuh kabupaten/kota telah menjalani masa kampanye yang cukup panjang, yakni mulai 15 Februari sampai 23 Juni 2018. ”Masa kampanye yang hampir tiga bulan sudah cukup. Oleh sebab itu, masa tenang ini diharapkan dapat memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani,” tandasnya.

Muslim menjelaskan, selama masa tenang, KPU akan berkoordinasi dengan tim sukses pasangan calon untuk menurunkan alat peraga kampanye. Selain itu, KPU juga akan menggandeng Satpol PPuntuk menertibkan alat peraga. ”Jadi, mulai Minggu (24/6) semua alat peraga harus sudah bersih.” Selain pilgub, pada 27 Juni juga digelar pilkada di tujuh daerah di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Tegal, Banyumas, Karanganyar, Kudus, Temanggung, dan Kota Tegal. Mengenai logistik pilgub, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo menyatakan, sesuai jadwal akan didistribusikan ke tiap kecamatan, Sabtu (23/6). ”Sehari sebelum pencoblosan diharapkan sudah selesai,” ujarnya.

Sulit Terjangkau

KPU Jateng juga telah mengirimkan logistik pilgub ke wilayah yang sulit terjangkau alat transportasi. Untuk distribusi tersebut, KPU berkoordinasi dengan aparat keamanan. Selanjutnya logistik akan dikirim dari kecamatan ke masing-masing desa/kelurahan hingga tiba di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) pada Selasa (26/6) atau H-1. Namun untuk wilayah tertentu yang tidak memiliki sarana transportasi darat dan hanya bisa diakses lewat jalur laut, distribusi dilakukan lebih awal. Misalnya di Pulau Karimunjawa dan Nusakambangan dikirim sejak Kamis (21/6). ”Di Karimunjawa, untuk sampai ke TPS di Pulau Parang masih butuh penyeberangan lagi, karena satu- satunya sarana transportasi yang ada hanya perahu,” jelas Joko.

Ia juga memastikan pengiriman logistik lebih awal tersebut aman, karena dikawal aparat kepolisian. Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng Sri Sumanta menyebutkan, selama masa tenang masih ada potensi pelanggaran. Salah satu yang paling rentan adalah politik uang. Pelanggaran lain yaitu kampanye di luar jadwal. Sesuai aturan, pada masa tenang tidak diperbolehkan kampanye dalam bentuk apa pun. Hal itu sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Pada Pasal 49 ayat 2 dijelaskan, masa tenang kampanye berlangsung selama tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. ”Aturan itu juga menyebutkan jelas, pada masa tenang, pasangan calon dilarang melakukan kampanye dalam bentuk apa pun,” imbuhnya.

Sementara itu, selama masa tenang calon gubernur Sudirman Said mengaku akan memanfaatkan waktu tiga hari bersama keluarga. ”Sudah berbulan-bulan tidak ketemu keluarga, jadi ya akan saya manfaatkan untuk bersama mereka,” ujarnya.

Adapun calon gubernur Ganjar Pranowo belum dapat dimintai tanggapan karena semalam sedang menghadiri tahlilan 40 hari meninggalnya Ki Enthus Susmono di Tegal. Senin (24/6), Ganjar akan kembali menjabat gubernur setelah cuti lima bulan untuk mengikuti tahapan pilgub. Politikus PDIPitu cuti sejak 12 Februari 2018. Posisinya sebagai gubernur digantikan sementara oleh Wagub Heru Sudjatmoko. (G2,ftp-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar