Arus Lalu Lintas Lancar

Contra Flow Belum Diberlakukan

SM/Dini Failasufa : MENYAPA PENGUNJUNG : Wali Kota Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu, Pj Sekda Semarang Agus Riyanto, Wakapolres Kota Semarang AKBPEnrico S Silalahi, menyapa pengunjung dan pedagang kaki lima seusai memantau posko di kawasan Simpang Lima, Rabu (12/6) malam. (48)
SM/Dini Failasufa : MENYAPA PENGUNJUNG : Wali Kota Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu, Pj Sekda Semarang Agus Riyanto, Wakapolres Kota Semarang AKBPEnrico S Silalahi, menyapa pengunjung dan pedagang kaki lima seusai memantau posko di kawasan Simpang Lima, Rabu (12/6) malam. (48)

SEMARANG - Memasuki H-2 Lebaran tahun ini, arus lalu lintas di Kota Semarang, relatif lancar. Kondisi ini antara lain dikarenakan jalan tol fungsional Trans Jawa (Batang-Semarang-Solo) sudah bisa dilalui.

”Pembangunan jalan tol ini benar-benar dirasakan manfaatnya di Kota Semarang, seperti yang kita lihat bahwa ruas-ruas jalan di Kota Semarang masih lancar, hingga saat ini belum perlu diberlakukan contra flow,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di sela-sela pantauan arus mudik bersama jajaran Polrestabes Semarang, Selasa (12/6) malam.

Menurut dia, arus lalu lintas yang relatif lancar juga dikarenakan kebijakan penambahan cuti bersama dari Presiden Joko Widodo. Waktu yang lebih panjang, membuat para pemudik cenderung tidak memilih waktu mudik bersamaan. Gelombang kendaraan pemudik terbagi.

Sebelumnya, sejumlah pihak memprediksi Kota Semarang menjadi salah satu titik kemacetan terparah. Hal tersebut dikarenakan jalan tol Trans Jawa menuju Kota Semarang, masih digunakan secara fungsional. Namun walau baru dapat digunakan secara fungsional, jalan tol tersebut mampu mengurangi kemacetan. Selain memantau arus mudik, Wali Kota Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, bersama rombongan juga menjenguk pemudik yang sakit di posko kesehatan di Kawasan Simpanglima.

Di sana, Hendi bertemu dengan Tito (39), pemudik yang bekerja di Papua dan ingin pulang ke Pati. Sebelum ke Semarang, Tito singgah dulu ke Banjarmasin. Kemudian beristirahat di Kota Semarang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pati. ”Kami mengantisipasi pemudik yang kesehatannya menurun seperti ini. Karena itu, beberapa puskesmas di Kota Semarang dibuka 24 jam, dan layanan mobil ambulance gratis disiagakan penuh,” imbuh dia.

Hendi bersama rombongan kemudian mengecek harga makanan di PKL Simpanglima. Ia menyapa pemudik yang sedang makan di tempat itu. Beberapa hal pun ditanyakan, mulai terkait kebersihan, keramahan pedagang, hingga harga ditanyakan secara detail oleh pria tersebut. ”Belum lama ini, sedulur-sedulur PKL Simpanglima sudah sepakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, dan tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Hari ini saya cek, dan semua memegang komitmen tersebut,” ujar Hendi.

Arus Balik

Sementara itu, Wakapolres Kota Semarang, AKBP Enriko Sugiharto Silalahi mengatakan, lalu lintas cenderung lebih lancar dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, contra flow sudah diberlakukan saat arus mudik pada H-3, namun tahun ini tidak, karena lalu lintas ramai lancar. ”Pada saat arus balik, kami lakukan evaluasi. Ada beberapa rekayasa lantas yang akan kami koordinasikan lagi, karena ada pola berbeda antara arus mudik dan balik. Untuk hari H Lebaran, kami juga akan pantau titik-titik keramaian, seperti tempat wisata,” tambahnya.

Sementara itu, di Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol masih dipadati ribuan pemudik. Data terkini PTKAI Daop IV menunjukkan 11.033 penumpang naik dari kedua stasiun tersebut. Sebanyak 4.602 penumpang di antaranya naik dari Stasiun Tawang, sedangkan 6.431 penumpang berangkat dari Stasiun Poncol. Sementara untuk penumpang yang turun di kedua stasiun itu juga mengalami kenaikan. Total ada 12.285 pemudik tiba di Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang. ”Pemudik yang tiba di Stasiun Poncol paling banyak dibanding stasiun lain di wilayah Daop IV. Data pada12 Juni, ada 5.787 penumpang tiba di Stasiun Poncol,” kata Manajer Humas PTKAI Daop IV, Suprapto.

Masa angkutan Lebaran tahun ini, PT KAI Daop IV mengoperasikan 17 unit lokomotif dan 115 gerbong kereta. Rinciannya, 34 unit kereta kelas eksekutif, tiga kereta kelas bisnis, 14 kereta kelas ekonomi AC dan 17 kereta kelas ekonomi premium. Selebihnya terdiri atas jenis dan kelas kereta berlainan.(K18, ftp-48)


Berita Terkait
Komentar