Lebaran Fair di PRPP dan Bakdan Ing Solo

LEBARAN selalu menjadi masa yang magis. Bukan melulu soal silaturahmi dan saling memaafkan, kemeriahan masa kemenangan ini juga dirayakan di tempat-tempat wisata. Karena itulah, berbagai destinasi wisata kini menata diri untuk menyambut wisatawan.

ACARA khusus segera digelar PT PRPP selaku pengelola Taman Mini Jawa Tengah Grand Maerakaca dalam masa libur Idul Fitri. Acara bertajuk Lebaran Fair 2018 akan berlangsung pada 15-24 Juni. Direktur Utama PT PRPP, Titah Listyorini mengemukakan, selama 10 hari, pihaknya menyiapkan berbagai acara seni dan hiburan, mulai dari pentas musik, aneka kuliner hingga sejumlah wahana menarik.

”Pengelola sudah melakukan pembenahan sarana prasarana. Salah satunya mengganti lintasan tanaman mangrove yang sebelumnya terbuat dari bambu menjadi kayu. Kayu jenis bengkirai ini dinilai lebih kuat dan kokoh,” kata Titah kepada Suara Merdeka, kemarin. Pihaknya memastikan, tidak akan menaikkan harga tiket masuk.

Seperti hari biasanya, pengelola hanya mematok harga tiket masuk Rp 10.000 per orang. ”Wisata budaya dan edukasi tetap menjadi unggulan kami. Untuk menunjang itu, pengelola memberikan penambahan fasilitas atau wahana seperti perahu, kereta mini, outbound kids dan lain-lain,” imbuhnya. Adapun wahana edukasi yang terbaru ini adalah teater 4D.

Wahana satu ini merupakan wahana edukasi yang memutar film animasi dengan menampilkan visual grafis dan efek menarik. Pengunjung pun seolah berada satu ruang dengan film tersebut.

Pihak pengelola belum lama ini juga menyediakan stan khusus yang menjajakan ragam kuliner tradisonal khas Jateng. Uniknya, sajian kuliner itu ditawarkan di atas perahu-perahu kecil yang bersandar di perarian objek wisata tersebut. ”Sambil makan, pengunjung bisa menikmati hamparan tanaman mangrove.

Maka, kami menyebutnya dengan Angkringan Kemambang,” jelasnya. Setelah peresmian terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, masyarakat yang ingin ke objek wisata tersebut dapat masuk melalui pintu utama PRPP. Adapun lokasi yang sebelumnya difungsikan sebagai pintu masuk pengunjung, kini menjadi pintu keluar. Bila di Semarang, PRPP bersiap memanjakan pengunjung, di Solo terdapat banyak tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Di Balekambang ada pentas seni budaya, di Jurug ada Pekan Syawalan, sedangkan di Benteng Vastenburg ada gelaran Sendratari Ramayana. Demikian memang, dengan tajuk Bakdan Ing Solo semangat Lebaran dirayakan dengan beragam cara di Kota Budaya.

Kota Solo memang pantas disebut sebagai Kota Budaya. Sebutan itu antara lain terungkapkan dari bagaimana kota tua tersebut merayakan Lebaran. Datangnya hari kemenangan dirayakan dengan berbagai cara yang tidak saja kreatif tapi juga indah dan menghibur.

Dan semua itu terangkum dalam satu semangat yang sekaligus menjadi tema besarnya, yakni Bakdan Ing Solo. Lalu hiburan indah seperti apa saja yang ada dalam Bakdan Ing Solo?

Mari kita menuju ke area Benteng Vastenburg yang lokasinya berada di pusat kota. Di benteng yang dibangun pada tahun 1745 itu akan ada serangkaian acara menarik yang digelar selama tiga hari, 18-20 Juni. Selain bazar di sana akan digelar pentas opera Ramayana dengan lakon Gua Kiskendo yang akan dimulai pukul 18.00 WIB.

Sementara bergeser ke arah utara tepatnya Taman Balekambang ada beragam acara menarik dalam tajuk Bakdan Ing Balekambang. Serangkaian acara menarik yang digelar 15-24 Juni antara lain berupa pentas seni dan bazar.

Puncak acara akan digelar pada hari terakhir dengan dimeriahkan pembagian 1.000 takir jajanan pasar atau penganan khas Kota Solo. ‘’Acara Bakdan Ing Solo gratis untuk umum,’’ ujar Sumeh selaku Kepala UPT Kawasan Wisata Kantor Dinas Pariwisata Kota Surakarta.

Jurug dan Keraton

Beberapa sajian pentas seni yang dipersiapkan dalam acara tersebut mulai dari seni musik, seni tari hingga seni drama tradisional. Di antaranya seperti pentas tembang kenangan, pentas kethoprak, pentas reog , musik keroncong dan masih banyak lagi yang lain.

Bergeser lagi ke timur tepatnya di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) juga telah disiapkan acara istimewa untuk menyambut datangnya Idhul Fitri 1439 H. Acara istimewa yang juga sudah menjadi agenda tahunan itu diberi titel Pekan Syawalan Jurug. ‘’Mulai Jumat-Selasa (15-19/6) bakal banyak agenda yang menemani pengunjung selama lebaran.

Acara puncaknya bakal dilakukan pada Selasa (19/6), yakni Festival Ketupat dengan melakukan kirab dari pintu belakang UNS hingga pintu masuk TSTJ dan berkumpul di sebelah timur danau,’’ kata Dirut TSTJ, Wahyu Bimo Dasir Santoso. Festival yang mengangkat tema tentang lurik itu bakal diikuti lebih kurang 500 peserta dari lima kelurahan.

Antara lain, Jagalan, Sewu, Purwodiningratan, Sudiroprajan dan Kepatihan Kulon. Jumlah peserta sebanyak itu lebih banyak dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya 350 peserta. ‘’Khusus pada masa libur Lebaran dari 15-24 Juni, tiket masuk dikenakan biaya sebesar Rp 25.000. Pada hari biasa harga tiket masuk dikenakan Rp 20.000.

Dengan tarif tersebut pengunjung kami jamin dengan hiburan serta fasilitas yang baru untuk menikmati libur panjang Lebaran ini,’’jelasnya. Kecuali beberapa acara tersebut bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di Kota Solo juga masih ada tawaran yang lain. Di antaranya tentu wisata di Keraton Surakarta dan istana Pura Mangkunegaran.

Di sana tidak hanya menawarkan keindahan istana kerajaan dan kadipaten tapi juga pengetahuan sejarah yang antara lain mengungkap perjalanan Kota Solo di masa lalu. (Eko Fataip, M Ilham Baktora, Wisnu Kisawa-54)


Komentar