Berburu Panorama Sunset di Watu Goyang

KAWASAN wisata Mangunan, Bantul sedang ngehits di Yogyakarta maupun luar daerah. Destinasi yang berjarak kurang lebih 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini memang menarik.

Selain panorama alami nan cantik, wisatawan bebas memilih titik yang ingin dikunjungi karena terdapat banyak jenis rekreasi mulai dari agrowisata hingga budaya. Masing-masing memiliki karakter dan keunikan tersendiri. Salah satunya, Bukit Watu Goyang di Dusun Cempluk, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Objek ini cukup mudah dicari karena lokasinya tepat di pinggir jalan, dengan tulisan penunjuk berukuran besar yang bisa dibaca dari kejauhan. Meski belum sepopuler objek Kebun Buah Mangunan atau Puncak Becici, destinasi yang baru diresmikan sekitar setahun ini mulai banyak dikunjungi terutama anak-anak muda. Pengunjung biasanya banyak berdatangan menjelang sore hari demi memburu pemandangan sunset.

Melihat pemandangan matahari tenggelam dari spot ini sungguh menakjubkan. Puncak Watu Goyang yang menghadap ke arah barat semakin menguatkan pesona keindahan detikdetik tenggelamnya matahari di ufuk barat.

Anita (25), salah satu wisatawan asal Sleman datang ke Watu Goyang ketika sore hari karena ingin menyaksikan momen matahari tenggelam. ”Baca di medsos, katanya pemandangan sunset disini bagus. Jadi tertarik ingin melihat secara langsung sambil ngabuburit bersama teman-teman,” katanya.

Setelah merasakan pengalaman berwisata di Watu Goyang, dia menilai objek tersebut cukup menarik. Selain sunset, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam yang asri, dan makam raja-raja di Imogiri yang tampak dari kejauhan.

Tarifnya pun murah karena pengunjung hanya dikenai biaya parkir kendaraan. Pengelola Watu Goyang juga telah menyediakan beberapa spot buatan seperti replika helikopter dan tulisan terbuat dari bambu untuk latar belakang pengambilan foto. Pastinya saat berkunjung di tempat ini, pengunjung tidak lupa mengabadikan momen di depan Watu Goyang yang menjadi ikon.

Sesuai makna namanya, Watu Goyang adalah batu berukuran besar yang bisa bergoyang jika disentuh. Batu tersebut sudah ada sejak lama dan tidak pernah roboh sekalipun saat kejadian gempa besar yang melanda Yogyakarta tahun 2006 silam. Meski teruji kuat, namun demi faktor keselamatan pengunjung dilarang menaiki batu yang terlihat seperti menumpuk itu.

Pegunungan Seribu

Sementara di Kabupaten Wonogiri, Waduk Gajahmungkur tetap menjadi andalan pariwisata. Waduk seluas 8.800 hektare itu menyuguhkan pesona alam luar biasa. Para pengunjung bisa menikmatinya melalui Objek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) di Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Sambil menikmati keindahan perairan waduk yang dikelilingi jajaran Pegunungan Seribu, wisatawan dapat menjajal berbagai wahana wisata dan permainan yang ada. Kepala UPT Obyek Wisata Kabupaten Wonogiri, Pardiyanto mengatakan, ada beberapa wahana favorit wisatawan di waduk tersebut. Salah satunya adalah perahu wisata.

Pengunjung cukup merogoh kocek Rp 6.000 per orang agar bisa naik perahu menikmati pemandangan alam dari dermaga obyek wisata sampai ke sekitar kawasan karamba ikan Cakaran. Pengunjung juga bisa menyewa perahu jika ingin berkeliling waduk yang dibangun dengan membendung anak sungai Bengawan Solo itu. Wahana lain yang tidak kalah menarik adalah Omah Jungkir Wahana itu menyajikan interior ruangan yang nyeleneh.

Semua perkakasnya tersusun jungkir balik, sehingga pengunjung bisa berswafoto, seakan-akan dia berdiri terbalik di sebuah ruangan. Ada pula wahana waterboom, kereta kelinci, dan sebagainya. (Amelia Hapsari, Khalid Yogi-54)