Air Alami Pikatan yang Memikat

PIKATAN Water Park (PWP) merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Temanggung yang selalu ramai dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran. Selain itu, objek wisata tersebut juga dikenal senantiasa memikat para pengunjungnya, sehingga mereka tidak bosan datang lagi meski telah berulang-ulang mengunjunginya.

PWPmerupakan objek wisata air yang menyediakan air alami dari sumber pegunungan, sehingga terasa, segar, sejuk dan jernih.

Unsur alamiah itulah yang menjadi daya tarik sekaligus pembeda dengan kebanyakan objek wisata air lain. ’’Di lingkungan Pikatan ini memang banyak terdapat tuk atau sumber air, salah satunya adalah Tuk Unjar, yang menjadi sumber air bagi kolam dan wahana-wahana di PWP.

Karena itu, air yang tersedia memang sangat alami,’’kata Manajer Pemasaran PWP, Trisman Dodi. Karena menyediakan air yang alami itu, sering kali para pengunjung bukan semata-mata untuk berwisata, namun juga dalam rangka terapi kesehatan, terutama berkait dengan tulang.

Tak jarang, orang-orang yang telah berusia tua secara rutin setiap pagi berenang di Pikatan dalam rangka terapi kesehatan tersebut. ’’Ada salah seorang Tionghoa yang bisa sembuh penyakit tulang belakangnya setelah secara rutin melakukan terapi renang di kolam ini.

Padahal, sebelumnya, dia harus selalu kontrol ke rumah sakit di Singapura untuk mengatasi penyakitnya tersebut,’’ kata Suwignyo, pelatih renang di kolam renang PWP. Sementara itu Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang, memastikan seluruh wahana siap dan aman untuk digunakan. Sejumlah wahana baru telah disiapkan dalam rangka menyambut liburan Idul Fitri 2018.

Meliputi Pondok Kelinci, Wahana Panahan, Pondok Kuliner Tradisional, Sepeda Awang, Marine Bridge, hingga flying fox. Seluruhnya, menurut Direktur PT Panorama Agro Sidomukti, Bambang Ari Wijanarko sudah dicek keamanannya.

Di Pondok Kuliner Tradisional, pengunjung bisa menemukan makanan tradisional yang dijual warga setempat. Pengelola melibatkan warga Sidomukti dan sekitarnya, dalam rangka menggerakkan perekonomian kerakyatan.

Sedangkan khusus wahana adrenalin, seluruhnya akan dipandu oleh instruktur yang berpengalaman di bidangnya. ’’Area parkir sudah diperluas, sehingga kenyamanan dan keamanan kendaraan pengunjung terjamin. Meski demikian, kami tetap menghimbau warga yang membawa anak kecil untuk meningkatkan pengawasan.

Mengingat wisata di Umbul Sidomukti berkonsep alam terbuka,’’ ungkap Bambang. Guna memfasilitasi pengunjung yang ingin berkemah, pengelola telah menyediakan sedikitnya tenda dome yang bisa disewa di sekitar Pos Pendakian Mawar. Masih di Kawasan Wisata Bandungan, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang juga menyiapkan sarana prasarana di Candi Gedongsongo.

Belum lama ini, pedagang dan penyedia jasa kuda di lokasi tersebut sudah dikumpulkan untuk mendapat pembinaan. Karena area parkir belum sepenuhnya selesai dibangun, kendaraan pengunjung nantinya sebagian hendak ditempatkan di jalan kampung serta halaman rumah warga. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur warga setempat, Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP.

’’Pengunjung diimbau untuk menjunjung tinggi Sapta Pesona. Tolong patuhi aturan yang ada, termasuk menjaga kebersihan candi,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih. (Henry Sofyan, Ranin Agung-54)


Komentar