20 Ribu UMKM Ditargetkan Dapatkan Fasilitas Pelatihan

SEMARANG - Kementerian Perindustrian menargetkan tahun depan 20 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan fasilitas pelatihan bimbingan teknis wirausaha baru. ”Sampai sekarang, sekitar 15 ribu UMKM yang memperoleh fasilitas tersebut,” tutur Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian Endang Suwartini.

Ia mengungkapkan hal itu usai membuka Bimbingan Teknis Penumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil dan Menengah yang digelar Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian di Hotel Pandanaran, Semarang, beberapa waktu lalu. Endang menjelaskan UMKM yang terfasilitasi pelatihan berasal dari berbagai sektor.

Di antaranya, pangan, minuman, kerajinan, busana, elektronik, serta perbengkelan kendaraan bermotor, contohnya pengelasan. ”Di wilayah Jateng, sektor industri yang paling menonjol adalah pangan.

Tetapi sebenarnya, potensinya banyak sekali, contohnya konfeksi, busana, dan perbengkelan,” jelas dia. Menurut dia, dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mendorong pengembangan industri kecil, terutama dalam pengurusan perizinan, contohnya industri pangan yang izinnya sedemikian rumit.

Industri pangan, kata dia, membutuhkan perizinan pangan industri rumah tangga (PIRT), kemudian yang menghasilkan produk berisiko tinggi memerlukan izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

”Artinya, produk makanan harus memenuhi standar mutu. Butuh kemauan kuat dari pemda. Kami sudah berikan pelatihan, dan sebagian dibantu peralatan untuk memulai usahanya,” ungkap dia.

Di Jateng, kata dia, sudah banyak pemda yang membantu memberikan bantuan pengembangan kepada kalangan industri kecil, termasuk pendampingan hingga pengurusan usaha.

”Yang penting kan pengepakan. Kami berikan pelatihan bagaimana cara mengemas yang bagus, dan sebagainya. Mereka juga diberi pendalaman materi pengembangan usaha,” papar Endang.

Anggota Komisi VI DPR RI Juliari Batubara yang menginisiasi kegiatan itu menyatakan potensi-potensi pengembangan usaha harus digarap secara optimal. Terutama, kata Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan itu, kalangan industri kecil perlu terus didorong dan dipacu untuk mengembangan potensi daerah yang bisa membantu meningkatkan perekonomian.(G2-18)