Diskon Tarif Listrik bagi Pelanggan Industri

JAKARTA- PTPLN (Persero) akan memberikan diskon tarif listrik kepada industri selama Lebaran. Diskon diberikan dengan syarat pemakaian listrik industri lebih tinggi daripada tahun lalu.

Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan diskon yang diberikan pun bervariasi mengikuti jumlah pemakaian. Kalau pemakaian meningkat, misalnya tahun lalu 100 kWh dan tahun ini 110 kWh, diskonnya 10 persen.

Diskon diberikan selama satu bulan, terhitung mulai Ramadan hingga setelah Lebaran. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia listrik di Indonesia, PLN memiliki tugas memastikan pasokan listrik nasional aman. Haryanto menyebutkan selama ini PLN hanya mendapatkan untung penjualan listrik dari tiga daerah, yaitu Jakarta, Banten, dan Bali.

Pada tiga daerah tersebut ada selisih biaya pokok produksi (BPP) listrik dengan penjualan. Misalnya wilayah Jakarta Rp 140 per kWh, Banten Rp 110 per kWh, dan Bali Rp 150 per kWh. Saat ini, lanjut dia, BPP listrik bisa lebih ditekan melalui pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) yang selesai beberapa tahun mendatang.

Pembangkit itu akan menghasilkan harga listrik yang lebih murah. ”Setidaknya, secara praktis lebih murah dari pembangkit eksisting (yang ada sekarang-Red),” tegas dia. Ia memaparkan alasan keuntungan penjualan listrik, misalnya terkait dengan harga jual yang bagus di Jakarta dan Bali yang banyak kegiatan bisnis dan wisata.

”Jakarta kan kegiatan bisnis, dan Bali harga jualnya tinggi karena daerah wisata; BPP agak tinggi sedikit, tetapi karena daerah wisata harga jualnya bagus,” ungkap dia. Daerah yang tidak memiliki selisih BPPdengan harga jual atau yang tak terlalu jauh dengan penjualan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. (B6,dtc-18)