Bisnis Kartu Ucapan Masih Hidup

BISNIS kartu ucapan ternyata masih ”hidup”, masih memiliki prospek meskipun belakangan tren mengucapkan selamat Idul Fitri dan hari besar lainnya berubah melalui online. Hal itu dibuktikan oleh Merwyn Dianora, pemilik Winkly Studio. Bisnis penjualan kartu ucapannya justru terus meningkat. Merwyn memulai bisnis kartu ucapan sejak 2016, sedangkan bisnis utamanya perlengkapan pesta.

Namun dia melihat ada perkembangan penjualan kartu ucapannya. ”Jadi, sudah tiga tahun dan tahun ini lebih bagus dari tahun sebelumnya. Order masuk dua kali lipat,” tutur dia, kemarin. Tahun lalu, saat Ramadan, pihaknya memperoleh omzet sekitar Rp 7 juta-Rp 8 juta. Tahun ini dia yakin akan meningkat dua kali lipat atau lebih dari Rp 10 juta.

”Pasti lebih dari Rp 10 juta; yang baru saya hitung Rp 5 juta lebih, itu pun hanya 2 pekan awal sejak saya buka pesanan sebelum bulan Puasa. Ini kan pesanan menumpuk di pekan-pekan akhir,” ujar dia sambil menunjukkan setumpuk kartu setengah jadi. Merwyn sudah menutup pemesanan sejak sepekan lalu, dan menolak pemesanan yang masuk.

Dia khawatir, sepekan sebelum Lebaran perusahaan jasa logistik sudah tak beroperasi. Kartu ucapan kebanyakan diminati oleh perusahaan, karena mengucapkan selamat Lebaran melalui kartu dinilai masih formal.

”Korporat masih suka mengirim kartu fisik. Kesannya, lebih profesional, apalagi ada tanda tangan direksinya,” ungkap dia. Tahun ini, ia kebanjiran pesanan kartu ucapan dari beberapa perusahaan, salah satunya Pertamina. Ada juga beberapa pesanan secara personal untuk kebutuhan bingkisan.

Winkly Studio menawarkan kartu ucapan seharga Rp 100.000 untuk satu pack yang berisi 8 kartu beserta amplopnya. Ada empat desain yang bisa dipilih. Pelanggan juga bisa mengajukan desain sendiri.(Bambang TS,dtc-18)