Jembatan Kali Kutho Perlancar Arus Mudik

SM/Rosyid Ridho : TERUS DIKEBUT : Pembangunan Jembatan Pelengkung Kali Kutho, Kendal, Selasa (12/6) yang menghubungkan jalan tol Batang-Semarang itu terus dikebut penyelesaiannya. (48)
SM/Rosyid Ridho : TERUS DIKEBUT : Pembangunan Jembatan Pelengkung Kali Kutho, Kendal, Selasa (12/6) yang menghubungkan jalan tol Batang-Semarang itu terus dikebut penyelesaiannya. (48)

KENDAL - Pembangunan Jembatan Kali Kutho di perbatasan Batang-Kendal terus dikebut. Progres jembatan di jalan tol Batang-Semarang itu sudah 90 persen. Jembatan tersebut menurut rencana dibuka untuk arus mudik Lebaran 2018, Rabu (13/6) malam.

Pembukaan jembatan itu diharapkan memperlancar lalu lintas kendaraan pemudik. Manajer Proyek PT Waskita Karya Batang-Semarang Muhamad mengatakan, lantai jembatan sepanjang 50 meter dengan pelat baja telah dipasang. ‘’Pelat baja tersebut sepanjang 100 meter. Pemasangan sudah sekitar 50 persen,’’ jelasnya, Selasa (12/6) siang.

Sebelum dioperasikan, jembatan sepanjang 160 meter dan lebar 32 meter itu bakal diuji coba dengan kendaraan yang ditumpangi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Rabu siang. ‘’Pak Menteri berpesan, ingin mencoba kekuatan Jembatan Kali Kutho sebelum dibuka untuk arus mudik,’’ tuturnya.

Lebih lanjut Muhammad menjelaskan, pemasangan pelengkung jembatan tersebut membutuhkan waktu tiga pekan. Sebab, tingkat kesulitannya sangat tinggi. Selain itu, pelengkung dirangkai di lokasi. ‘’Tiga pekan itu sangat cepat. Jembatan ini berbeda dari Jembatan Holtekamp di Papua. Pelengkung Jembatan Holtekamp hanya dua dimensi, sedangkan di Kali Kutho bentuknya tiga dimensi dan pemasangannya rumit,’’ paparnya.

Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri Irjen Royke Lumowa mengemukakan, Selasa malam jembatan pelengkung diharapkan tersambung, meski baru difungsikan untuk satu lajur. Jika terjadi antrean panjang, kendaraan akan diarahkan keluar melalui jalur pantura. ‘’Mudah-mudahan besok (hari ini-Red) sudah bisa dilalui,’’kata dia.

Sementara itu, untuk memastikan tanjakan di jalur darurat Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang aman dilalui, Royke mencoba menaiki dengan sepeda lipat, kemarin. Hal itu dilakukan agar pemudik yakin dan tidak termakan oleh informasi yang tidak benar. ”Kalau dengan sepeda kecil saja mampu melewati, berarti tidak ada alasan mobil tidak mampu naik tanjakan ini,” katanya.

Apabila ada kendaraan yang tidak kuat naik tanjakan, ia menduga hal itu disebabkan pengemudi kurang mahir. Bisa juga karena mobil tidak prima. Royke menegaskan, jalur darurat di tol fungsional Salatiga- Kartasura itu aman dilalui karena kemiringan tanjakan hanya sekitar 10 persen. Ia membandingkan dengan tanjakan Gombel di Kota Semarang dengan kemiringan hampir sama yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

Demi keamanan dan kenyamanan dalam berkendara, Kakorlantas mengimbau pemudik tidak banyak membawa terlalu banyak barang, apalagi melebihi batas maksimal beban kendaraan. ”Kendaraan yang tidak kuat menanjak di jalur Kali Kenteng tidak akan melorot, karena ban akan diganjal oleh petugas. Disiapkan pula mobil derek, jadi jalur ini sangat aman dilalui,” tandasnya.

Terpisah, Manajer Administrasi PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Fatahillah menjelaskan, berdasarkan pengamatan, kebanyakan kendaraan yang tidak kuat menanjak disebabkan faktor pengemudi. Ketika hari pertama dibuka, dari 4.700 kendaraan yang melintas hanya 10 yang tidak kuat menanjak. Hari kedua, dari 6.000-an kendaraan, yang tidak kuat naik tujuh. ”H-4 ada empat kendaraan. Hari ini (kemarin-Red) hanya dua,” jelas Fatahillah.

GM PT Pertamina (Persero) MOR IVWilayah Jateng- DIYYanuar Budi Hartanto menerangkan, pihaknya menyediakan 25 KiosK Pertamax di sepanjang ruas tol fungsional dari Brebes sampai Sragen. Namun, pemudik hanya boleh membeli BBM maksimal seharga Rp 200.000. ”Sifatnya sementara, jadi kalau ada SPBU besar dipersilakan membeli BBM di sana,” katanya di SPBU Km 429 rest area Ungaran, Kabupaten Semarang.

Pertamina Jateng-DIY mencatat, penjualan Pertamax selama masa mudik 3.021 kiloliter per hari atau naik 17 persen dari rata-rata normal harian sebesar 2.579 kiloliter/hari. Unit Manager Communication dan CSR Pertamina Jateng-DIY Andar Titi Lestari menambahkan, khusus di jalur tol fungsional penjualan Pertamax mencapai 97.215 liter, kemudian Pertamina Dex 7.728 liter, dan Premium 370 liter. ”Pertamina all out melayani pasokan BBM bagi pemudik. Ada layanan KiosK Pertamax, dispenser mobile, portable tank operation (PTO), SPBU kantong, serta 200 motor yang disiagakan,” tuturnya.

Volume Turun

Volume arus mudik 2018 mulai turun pada H-4 Lebaran. Berdasarkan data Polri, volume arus mudik hanya sekitar 40 persen di jalur tol di sepanjang Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Angka ini turun dari volume arus mudik H-5 Lebaran tahun lalu sebesar 48 persen. ”Waktu libur yang lebih lama telah mengurangi risiko kepadatan/kemacetan yang terjadi di berbagai ruas jalan,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas terus bertambah. Hingga Senin (11/6) pukul 24.00, setidaktidaknya ada 134 korban meninggal dunia. ”Namun angka ini turun sekitar 40 persen dari tahun lalu. Tahun 2017 pada hari yang sama, korban meninggal dunia 312 orang,” kata Setyo. Ke-134 korban itu meninggal dalam 633 kecelakaan. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun lalu.”Tahun lalu pada hari yang sama ada 932 kejadian. Turun sekitar 19 persen,” ujarnya.

Di Semarang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, puncak arus mudik sudah berlalu pada H-7 (Jumat 8/6), sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi 19-20 Juni. ”Saat ini yang mudik memang masih ada, tapi bukan puncak. Secara umum pelaksanaan mudik berjalan lancar dan aman,” kata Menhub saat memantau arus mudik di Stasiun Tawang, semalam.

Berdasarkan pantauan Kemenhub, secara umum tidak terjadi kemacetan parah saat puncak arus mudik karena sejumlah jalan tol, baik operasional maupun fungsional/darurat, sudah dibuka. Demikian pula kondisi jalan nasional bukan tol cukup baik sehingga dilalui banyak kendaraan pribadi. ”Saat ini 2/3 dari 19 juta pemudik sudah mudik menggunakan angkutan darat, laut, dan udara,” jelasnya.

Hal yang mengejutkan, imbuh Menhub, adalah kenaikan jumlah penumpang pesawat yang melonjak 14 persen dari perkiraan semula hanya empat persen. Terkait arus balik, pemerintah telah mengantisipasi.

Dari hasil evaluasi, hal yang perlu dilakukan ke depan adalah menambah tempat istirahat untuk pemudik, terutama di jalan tol. Juga di jalan nasional untuk tempat istirahat pemudik bersepeda motor. ”Banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor. Banyak kecelakaan karena pengendara kelelahan. Karena itu, kami minta pemerintah daerah menyiapkan rest area yang cukup,” ujarnya. (H36, H86,ftp,cnn,ant-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar