Menepi di Istana Air

Oleh Agung Mumpuni

SM/Agung Mumpuni - Taman Soekasada
SM/Agung Mumpuni - Taman Soekasada

JIKA Pantai Kuta, Uluwatu, Sanur, Pura Besakih, dan Desa Ubud, Bali, sudah terlalu biasa, saatnya Anda menepi ke Kabupaten Karangasem. Di sana ada objek wisata menarik, seperti Taman Ujung Soekasada, Taman Tirta Gangga, Candi Dasa, Pantai Amed dan Tulamben, pantai berpasir hitam favorit wisatawan untuk menyelam.

Taman Soekasada berada di Banjar Ujung, Desa Tumbu. Lumayan jauh dari Kuta, dua jam perjalanan dengan mobil. Atau, dari Bandara Ngurah Rai Anda bisa naik bus trans Sarbagita jurusan Nusa Dua-Batubulan.

Dari Batubulan, Gianyar, bisa naik minibus ke Karangasem. Namun minibus singgah di Terminal Klungkung sebelum berlanjut ke Karangasem. Taman Soekasada tak banyak diketahui wisatawan domestik dan lebih dikenal sebagai tempat foto pranikah.

Taman itu dibangun Raja Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Agung Anglurah Ketut Karangasem pada 1901 dengan nama Kolam Dirah, yang berarti kolam pembuangan bagi pencecap ilmu hitam. Pada 1909, Raja Karangasem memerintah arsitek Belanda Van Den Hentz dan arsitek Tiongkok Loto Ang mengembangkan Kolam Dirah jadi tempat peristirahatan dibantu undagi (arsitek adat) Bali.

Pembangunan usai 1921. Namun baru 1937 diresmikan dengan prasasti marmer bertulisan aksara Latin dan Bali dalam dua bahasa, Melayu dan Bali. Selain tempat peristirahatan raja, dibangun juga tempat bersemedi dan menjamu tamu kerajaan.

Awalnya luas taman hampir 400 hektare. Namun kini tingg a l sekitar 10 hektare. Sebagian tanah sudah dibagikan ke masyarakat pada masa land reform. Taman itu milik pribadi keluarga Puri Karangasem. Namun siapa pun diperbolehkan berkunjung.

Istana Gantung

Memasuki taman, pemandangan pertama adalah bangunan diapit jembatan penghubung dan di bawah dikelilingi kolam. Melangkahlah ke kanan dan naiki anak tangga sampai ke pilar tanpa atap yang menjadi gardu pandang.

Di sana Anda bisa melihat keistimewaan pemandangan Taman Soekasada. Di tenggara terlihat lautan biru dan Pantai Ujung. Di timur tampak pesona dan keunikan arsitektur taman.

Di timurlaut terlihat kehijauan Bukit Bisbis. Di taman ada tiga kolam besar yang terpisah. Satu kolam di selatan dan dua kolam di utara. Di tengah kolam selatan ada sebuah bangunan. Itulah Bale Bengong, bangunan tanpa dinding. Kolam utara lebih besar, di tengah ada bangunan peristirahatan raja berjembatan.

Bangunan itu terlihat menggantung, sehingga masyarakat menyebutnya Istana Gantung. Gaya arsitekturnya unik: gabungan arsitektur Eropa zaman pertengahan dan arsitektur Bali. Berbagai peristiwa sejarah mengakibatkan banyak bagian taman rusak.

Masa penjajahan Jepang, misalnya, masyarakat memakai pagar besi sebagai senjata untuk berperang. Kerusakan terparah terjadi 1963, saat Gunung Agung meletus. Sejak itu taman tak terawat. Pada 2000, Puri Karangsem dan Pemerintah Kabupaten Karangasem memperbaiki tanpa mengubah bentuk asli. Mulai 2003, wisatawan bisa menikmati keindahan taman itu.

Air Suci Rejasa

Dari Taman Soekasada, Anda bisa menepi ke Taman Tirta Gangga, yang juga milik Kerajaan Karangasem. Taman itu berada di Desa Ababi, Kecamatan Abang, yang mudah dijangkau. Sebab, berada di tepi jalan raya Abang- Amlapura.

Dari Denpasar berjarak sekitar 83 kilometer, tetapi dari Amlapura (ibu kota Kabupaten Karangasem) cuma 6 kilometer. Taman itu dibangun pada 1946 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung. Taman itu pernah hancur karena letusan Gunung Agung 1963. Pemerintah membangun kembali dan menjadikannya kawasan wisata.

Tiket memasuki taman itu Rp 5.000/orang. Jika ingin berenang, dikenai biaya tambahan Rp 6.000/orang. Udara di Tirta Gangga sangat sejuk, karena berada di kaki Gunung Agung. Luas taman sekitar 1,2 hektare, membentang dari timur ke barat. Bangunan tertinggi memiliki mata air di bawah beringin.

Di bangunan kedua ada kolam renang, sedangkan di bangunan paling bawah ada kolam hias berair mancur. Gaya arsitektur taman berkarakter bangunan kerajaan. Bahan kebanyakan batu padas. Hampir sama seperti Taman Soekasada, gaya arsitektur taman air juga gabungan Bali, Eropa, Tiongkok. Saat memasuki pintu gerbang utama, Anda akan disambut deretan patung.

Anda dapat berjalan-jalan di atas kolam melalui jalan setapak dari batu segi enam serupa jembatan. Tak jauh dari Tirta Gangga ada taman kecil dan menara air setinggi 10 meter.

Menara itu berbentuk seperti atap bangunan pura yang berlapis-lapis. Air di Tirta Gangga berasal dari mata air Rejasa, yang biasa penduduk gunakan untuk upacara adat. Di Tirta Gangga ada kolam renang. Anda diperbolehkan berenang di kolam itu. Itulah kolam Sanih yang berair sangat jernih. (44)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar