PPDB Terapkan Sistem Zonasi

Daftar Sekolah Berdasar Domisili

SALATIGA- Orang tua siswa diminta tidak memaksakan kehendak menyekolahkan anak mereka ke sekolah tertentu saat penerimaan peserta didik baru (PPDB), baik di SMP atau SMA.

Dinas Pendidikan menerapkan Sistem Zonasi PPDB, yang mengatur pendaftaran anak di sekolah terdekat atau dalam zonasi tempat tinggal yang ditentukan. Hal itu dijelaskan Plt Kadinas Pendidikan Kota Salatiga, Yuni Ambarwati, saat menghadiri wasanawarsa SMP 3 di kompleks Stadion Kridanggo, Senin (28/5) pagi. ‘’Sistem Zonasi dalam PPDB telah ditetapkan pemerintah melalui Permendikbud,’’kata Yuni.

Menurut dia, setiap anak yang tinggal di kecamatan atau kelurahan tertentu hanya bisa mendaftar di SMP/SMA yang tertera dalam zonasi yang telah ditentukan. SMP/SMAyang bisa didaftar, adalah sekolah terdekat dengan domisili (berada dalam zonasi tempat tinggal peserta didik). Informasi berkaitan dengan zonasi nantinya dapat dilihat di sekolah-sekolah, saat pelaksanaan PPDB. Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Anindita Sulaksono menambakan, persyaratan dan sistem PPDB saat ini sedang dikonsultasikan di Bagian Hukum Pemkot Salatiga. Sementara itu Sistem Zonasi PPDB SMP dan SMA telah beredar di tengah masyarakat. Contoh di SMP 3 Salatiga, hanya bisa didaftar oleh siswa yang bermukim di Kelurahan Sidorejo Lor, Kalicacing, Kecandran, Dukuh, Salatiga, dan Pulutan.

Peringkat

Adapun Dinas Pendidikan telah mengumumkan daftar peringkat kelulusan ujian nasional di tingkat SMP. Ranking pertama SMP1 (rata-rata nilai UN 341,29), disusul SMP 2 (321,07), SMP Anak Terang (319,20), SMP 3 (315,59), SMP 9 (313,31), SMP 4 (298,74), SMP Kristen 2 Eben Haezer (291,34). UN tertinggi diraih Dita Octavia (SMP 1/385), disusul Belinda Putri (SMP 9/383), Fiorentina Desmonda Tabita (SMP Kristen 2 Eben Haezer/378), Nurul Asyifa (SMP 3/377,5), Berlian Novenda (SMP 1/377,5), Nanda Yogi (SMP 2/377), Deva Putra (SMP 2/376,5), Anggita Yovi (SMP2/375,5).

Kepala SMP3 Salatiga, Suyudi mengaku bersyukur karena tahun ini SMP 3 bisa berprestasi lebih baik. Sekolahnya kembali masuk ranking 3 besar UN tertinggi sekolah negeri. Siswanya juga ada yang masuk peraih deretan UN tertinggi. Saat wasanawarsa, beberapa siswa peraih nilai UN tertinggi dijemput menggunakan becak untuk naik ke atas panggung dan dihibur dengan lakon punakawan yang dibawakan para guru. (H2-48)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar