Mongolia Desak Mahathir Buka Kasus Altantuya

KUALA LUMPUR - Presiden Mongolia, Battulga Khaltmaa, mendesak PM Malaysia yang baru, Mahathir Mohamad untuk membuka kembali penyelidikan kasus pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang terjadi pada 2006.

Khaltmaa mengatakan, dengan membuka kembali penyelidikan kasus pembunuhan warga negaranya tidak hanya akan membantu menegakkan keadilan tetapi juga meredakan ketegangan antara kedua negara.

"Sebagai Presiden Mongolia, saya menaruh perhatian khusus terhadap kasus kejahatan pada 18 Oktober 2006, ketika seorang warga Mongolia dan ibu dua anak, Altantuya Shaariibuu, dibunuh di Malaysia," katanya kepada Mahathir melalui surat. Altantuya Shaariibuu (28) ditemukan tewas di sebuah hutan di pinggir Kuala Lumpur, Malaysia.

Tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak kelas militer. Pada 2015, dua mantan petugas polisi Malaysia dijatuhi hukuman mati atas kejahatan tersebut setelah sebelumnya dijatuhi hukuman pada 2009 dan dibebaskan empat tahun kemudian dalam sidang banding.

Namun salah satu terpidana, Sirul Azhar Umar, melarikan diri ke Australia dan satu orang lainnya, Azilah Hadri, masih ditahan di penjara Malaysia.

Penerjemah

Sirul Azhar Umar, salah satu mantan polisi yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan itu, mengatakan bahwa dia bersedia membantu pemerintah dalam setiap penyelidikan yang diperbarui, asalkan dia diberikan pengampunan penuh.

"Saya bersedia membantu pemerintahan baru untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi asalkan pemerintah memberi saya grasi penuh," kata Sirul.

Masyarakat Malaysia menduga, Altantuya dibunuh karena terkait perannya sebagai penerjemah dan keterlibatannya dalam pembelian dua kapal selam Scorpena dari raksasa pembuat kapal Jerman DCNS pada 2002.

Namun, eks-PM Malaysia Najib membantah tuduhan adanya korupsi pembelian dalam transaksi tersebut maupun keterkaitannya terhadap kasus pembunuhan Altantuya.

Koalisi Barisan Nasional yang pernah dipimpin Najib Razak dikalahkan oleh aliansi oposisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir Mohamad dalam pemilihan umum yang mengejutkan pekan lalu.

Pakatan Harapan memenangi pemilu raya secara mengejutkan dengan meraih 121 kursi parlemen, jauh melampaui suara mayoritas yang dibutuhkan 112 kursi. Sementara Barisan Nasional hanya mampu meraih 79 kursi.

Kemenangan oposisi menjadi yang pertama dalam sejarah politik Malaysia sejak 61 tahun lalu. Kemenangan Pakatan Harapan membawa Mahathir kembali menduduki kursi Perdana Menteri Malaysia. (cnn-25)