Pulang Bulan Depan, Keburu Jadi Korban Kebrutalan Teman

Pelajar Pakistan Tewas di Texas

TEXAS -Seorang remaja Pakistan yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar, Sabika Sheikh (17) menjadi korban penembakan di SMA Sante Fe, Texas, Amerika Serikat (AS), Jumat (18/5) waktu setempat.

Sedianya dia akan kembali ke Pakistan pada bulan depan setelah programnya berakhir. Namun maut keburu menjemput. Sabika termasuk di antara 10 orang yang tewas dalam aksi penembakan di SMASante Fe, sekitar 50 km baratdaya Kota Houston. Selain 10 korban tewas terdapat 10 orang lainnya yang lukaluka dalam teror penembakan yang terjadi pada Jumat (18/5) pagi waktu setempat tersebut.

Para korban tewas terdiri dari sembilan pelajar dan seorang guru. Dilaporkan bahwa dua orang dari 10 korban luka saat ini dalam kondisi kritis. Salah satu di antaranya adalah polisi. Media lokal, Houston Chronicle melaporkan, selain membawa senjata api, pelaku penembakan, Dimitrios Pagourtzis, juga membawa sejumlah bom pipa.

Pagourtzis (17) merupakan murid di sekolah tersebut. Aksi yang dia lakukan merupakan aksi penembakan ke-22 di AS sepanjang tahun ini. Sabika mengikuti program pertukaran pelajar di AS di bawah program yang difasilitasi Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) sejak Agustus 2017. Programnya dijadwalkan selesai bulan depan.

Di AS, Sabika bersekolah di SMA Santa Fe yang menjadi lokasi penembakan brutal yang menewaskan 10 orang. ”Sabika akan pulang pada 9 Juni,” kata ayah Sabika kepada Geo News, Sabtu (19/5). ”Masih sangat sulit untuk percaya bahwa Sabika telah meninggal,” kata sang ayah yang sangat terpukul atas kematian putrinya itu.

Dia menuturkan, Sabika merupakan anak yang sangat patuh. Kedutaan Besar Pakistan di Washington telah mengkonfirmasi bahwa Sabika Sheikh merupakan salah satu korban tewas dalam penembakan di SMA Santa Fe pada Jumat (18/5) pagi. ( b b c , d t c - mn-44)