Jokowi : Pastikan Ramadan Aman dan Damai

Pasukan Gabungan TNI Diaktifkan

Status Siaga Satu Dipertahankan

SM/Antara  -  SIDANG KABINET : Mensesneg Pratikno berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/5). (24)
SM/Antara - SIDANG KABINET : Mensesneg Pratikno berbincang dengan Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/5). (24)

JAKARTA - Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI diaktifkan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerangkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui pembentukan Koopssusgab TNI untuk menanggulangi terorisme.

Koopssusgab akan di bawah komando Panglima TNI.”Untuk komando operasi khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI,” ujar Moeldoko, kemarin (16/5).

Moeldoko menjelaskan, pembentukan Koopssusgab tidak perlu menunggu RUU Terorisme disahkan. Pembentukan ini merupakan inisiasi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan dibawah komando langsung Panglima.

”Nggak perlu nunggu. Sekarang ini, pasukan itu sudah disiapkan. Didalamnya, kekuatan dari pasukan khusus darat, laut, dan udara yang terpilih,” tutur Moeldoko. Ia menambahkan, Koopssusgab bisa untuk operasi perang selain militer atau sebaliknya. ”Bisa untuk operasi perang dan operasi selain perang,” tuturnya.

Yang jelas, kata Moeldoko, ia meminta masyarakat tenang dan tidak resah akibat rentetan teror saat ini. ”Intinya siap serahkan pada aparat keamanan, kami siap mengahadapi situasi apapun. Masyarakat nggak perlu resah.

Sekali lagi percayakan pada kami,” ujar Moeldoko. Sementara itu, Presiden Jokowi menginstruksikan seluruh institusi keamanan memastikan kondisi itu. Hal tersebut disampaikan langsung dalam sidang kabinet di Istana Negara, kemarin (16/5).

”Saya perintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN terus menjaga (dan) mengendalikan keamanan karena besok (hari ini) kita segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa,” kata Jokowi. Hal itu, kata Jokowi, perlu dilakukan guna meyakinkan seluruh umat muslim di Indonesia bisa menunaikan ibadah puasanya dengan rasa aman dan damai.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BIN Budi Gunawan yang terlihat duduk sejajar langsung mencatat instruksi itu sambil menganggukkan kepala. Jokowi turut menginstruksikan mereka terus mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial di seluruh lapisan masyarakat.

Presiden juga menginstruksikan seluruh menteri dan kepala lembaga memberi tahu masyarakat dan dunia bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi aman. ”Seluruh kementerian dan lembaga saya ingin sampaikan narasi termasuk ke dunia internasional, penting sekali Indonesia aman dan tetap fokus bekerja,” ujar dia.

Terkait instruksi tersebut, Mabes Polri kemarin menyatakan tetap memberlakukan status siaga satu untuk menjamin keamanan Ramadan menyusul maraknya aksi terorisme dalam sepekan terakhir. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, status siaga satu ini kemungkinan akan diterapkan sampai H-7 Lebaran.

”Ya, kita tetap siaga satu untuk menjamin saudara-saudara umat muslim bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” kata Setyo di Mabes Polri. Status tersebut sudah diberlakukan sejak Senin (14/5) atau sehari setelah rangkaian aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya.

Lebih lanjut, Setyo mengimbau agar masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan. Setyo mengatakan masyarakat jangan memberikan ruang bagi orang untuk melakukan tindak kejahatan. Selain itu, polisi ternyata telah menggandeng pasukan elite TNI Angkatan Darat, Kopassus, dalam operasi antiterorisme beberapa waktu terakhir.

Keterlibatan Kopassus ini merupakan arahan dari Kapolri. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, Kopassus ikut membantu Polri dalam operasi penangkapan dan penggerebekan.

Satuan Polri yang bersentuhan langsung dengan Kopassus adalah Brimob. Namun Setyo tidak menjelaskan secara detail, sejak kapan dan operasi penangkapan atau penggerebekan di lokasi mana saja, yang melibatkan Kopassus. (cnn,dtc-56)


Berita Terkait
Komentar