Sembilan Hari, Puluhan Teroris Ditindak

JAKARTA - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan puluhan terduga teroris ditindakdalam sembilan hari terakhir. Penindakan itu dilakukan mulai rusuh napi di Rutan Mako Brimob hingga penggerebekan di Tangerang.

”33 jumlahnya sampai hari ini,” kata Syafruddin seusai pemakaman Iptu Anumerta Auzar di TPU Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5).

Anggota jaringan teroris itu ditangkap di berbagai wilayah, mulai di Jakarta, Jawa Timur, hingga Riau. ”Tersebar, termasuk di Riau.

Di Riau itu empat (orang) sudah, kemudian ada pengembangan, tujuh di Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, Tangerang, dan sebagainya,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, kerusuhan di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5). Setelah itu, terjadi beberapa peristiwa berkaitan dengan tindak pidana terorisme susulan.

Pada Minggu (13/5) pagi, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, disusul bom meledak di Rusunawa di Sidoarja, serangan ke Mapolrestabes Surabaya, hingga penyerangan Mapolda Riau, kemarin.

Syafruddin mengatakan rentetan peristiwa ini diduga memiliki keterkaitan. Namun pihaknya masih menyelidiki lebih jauh. ”Ini sedang dikembangkan oleh aparat.

Kemungkinan besar kait-mengait, tapi tidak sampai pada kesimpulan yang komprehensif. Ada kaitannya,” ujarnya. Sementara itu, pada semua peristiwa itu sembilan orang anggota Polri menjadi korban. Lima di antaranya gugur.

”Tindakan sporadis yang dimulai dari Selasa minggu lalu, di Rutan Salemba Cabang Kelapa Dua, Depok, yang bertepatan di Mako Brimob Polri, itu rentetannya memakan korban sampai sembilan anggota Polri, 5 gugur, 4 luka-luka masuk RS,” tutur Syafruddin.

Terpisah, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dilaporkan telah menangkap Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur Abu Umar alias AU di Singosari, Kabupaten Malang. Hal itu dikonfirmasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ”Ketua JAD Jatim sudah kami tangkap di Malang, saya sudah dapat informasinya. Nama inisialnya AU,” ujar Tito tadi malam.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Frans Barung Mangera menambahkan AU adalah Abu Umar alias Samsul Arif (37). Ia ditangkap bersama istrinya Wahyu Mega Wijayanti (40) di sebuah rumah kontrakan di Singosari, Malang.

”Saat ini kedua terduga teroris masih diamankan oleh tim Densus 88,” katanya. Frans menambahkan selain menangkap Abu Umar dan istrinya, Densus juga menangkap total 14 terduga teroris hidup-hidup dan menembak mati 3 terduga teroris yang melawan petugas.

Penangkapan keempat belas terduga teroris dilakukan sejak Senin dan Selasa kemarin. Pada Senin (14/5) Densus 88 menangkap Rizki Ardian Sulanjana di Graha Pena, Abdullah Mashuri, Miftahul Munif di jembatan Suramadu, Boy Arfianzah di Lebak Rejo.

Kemudian ada Agus Satrio Widodo, Damayanti (istri Agus Widodo) dan Bety Rinawati Brojo yang ditangkap di rumah kontrakan bersama Ilham Fauzan yang tewas ditembak. Pada Selasa (15/5) Densus 88 Antiteror menangkap Abdul Kahfi di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kemudian Kristianto alias mas Abi di Malang, Abu Umar beserta Wahyu Mega Wijayanti (istri), Syaqif Constantin Arsalan di Pasuruan, Emil Lestari (istri Ilham Fauzan) di Dukuh Pakis Surabaya dan Suyanti (istri Desi Sulistiantono) di Tandes.

Sementara itu tiga terduga teroris yang tewas adalah Ilham Fauzan, Budi Satrio, dan Dedi Sulistiantono alias Teguh yang ditembak saat penggerebekan di Tandes.

Selain itu, Densus 88 memeriksa tiga orang saksi terkait penggerebekan Dedi alias Teguh di Jalan Sikatan, Manukan Kulon, Tandes. Penindakan itu bagian dari rentetan bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Rabu (16/5) pagi, empat terduga teroris menyerang Mapolda Riau. Beberapa anggota kepolisian diserang. Kapolda Riau Irjen Nandang mengatakan keempat pelaku tersebut telah dilumpuhkan oleh petugas Mapolda Riau. ”Keempat pelaku mati dan saat ini telah dibawa ke RS Bhayangkara Riau,” kata Nandang.

Nandang mengatakan satu dari empat pelaku mengenakan rompi yang diduga bermuatan bahan peledak atau bom. Selain empat terduga teroris, seorang anggota kepolisian dikabarkan meninggal akibat tertabrak mobil yang dibawa pelaku. Di dalam Mapolda Riau, para pelaku berusaha menyerang petugas dengan senjata tajam.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyebut keempat pelaku penyerangan Mapolda Riau dan dua terduga teroris asal Riau itu diketahui sempat berencana ikut menyerang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Bahkan, mereka sudah di Mako Brimob namun pulang setelah situasi sudah kondusif. ”Jadi dua dari Sumsel dan empat dari Riau mereka sudah datang ke Mako Brimob, tapi karena Mako Brimob sudah kondusif mereka pulang,” kata Setyo di Mabes Polri, Rabu (16/5).

Setyo menyebut ketika pulang ke Sumsel, dua orang terduga teroris itu ditangkap polisi Senin (14/5). Sementara empat orang terduga teroris pulang ke Riau yang kemudian melakukan aksi penyerangan di Mapolda Riau Rabu (16/5).

”Dua orang pulang ke Sumsel ditangkap polisi, yang empat pulang ke Riau kemudian melakukan penyerangan,” kata Setyo. Setyo menyebut dua terduga teroris ditangkap di Sumatera Selatan tergabung sebagai JAD Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Sementara keempat terduga teroris yang tewas di Riau tergabung dalam kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Namun kedua jaringan teroris ini sama-sama berbaiat ke ISIS. ”Yang Sumsel JAD, yang Riau itu NII.

Tapi keduanya berbaiat ISIS,” kata Setyo. Selain itu, Setyo juga menuturkan Densus 88 menangkap tiga orang di Tangerang, kemarin. ”Inisial MC, kedua G, yang satu A,” katanya.

Dia menuturkan penggerebekan itu dimulai dari rumah terduga yang sehari-hari dipakai untuk usaha pembuatan celana jeans. Dalam penggerebekan itu, Densus 88 mengamankan sepeda motor, telepon selular dan dokumen.

Dia menuturkan dari hasil pengamanan di Gempol Raya, polisi kemudian mengembangkan upaya lainnya di lokasi kedua yakni Komplek Duta Bintaro dan lainnya adalah Kunciran Mas Permai. Sementara semalam, Densus 88 Antiteror kembali menangkap satu orang di Kabupaten Malang.

Dia adalah Nafis alias Fais, yang ditangkap di pintu keluar Perumahan Pesanggrahan Pratama, masuk wilayah Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (dtc,cnn-56)


Berita Terkait
Baca Juga