Sudirman Soroti Kesejahteraan Guru Tidak Tetap

SM/dok  -  SAMPAIKAN PENJELASAN : Calon gubernur Sudirman Said menyampaikan penjelasan saat berdialog dengan GTT/PTT di Kebumen, Rabu (16/5). (24)
SM/dok - SAMPAIKAN PENJELASAN : Calon gubernur Sudirman Said menyampaikan penjelasan saat berdialog dengan GTT/PTT di Kebumen, Rabu (16/5). (24)

KEBUMEN - Calon gubernur Sudirman Said menyoroti rendahnya honorarium guru tidak tetap/pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Jateng. Dia prihatin mendengar sebagian besar dari mereka hanya menerima Rp 50 ribu per bulan atau Rp 2.000 per hari dengan 25 hari kerja.

Karena itu, Sudirman berjanji memperjuangkan dan memperbaiki kesejahteraan GTT/PTT jika dirinya dipercaya memimpin Jateng lima tahun ke depan. ‘’Pendapatan sebesar itu sudah masuk kategori miskin absolut alias sangat miskin.

Karena standar orang disebut miskin itu mereka yang berpendapatan Rp 10 ribu per hari. Kalau hanya Rp 2.000 per hari sudah miskin absolut,’’ ujarnya saat berdialog dengan GTT/PTT di Kebumen, kemarin.

Menurut dia, terlalu berisiko menyerahkan masa depan anak-anak Jateng di bawah bimbingan guru yang dibayar jauh di bawah standar kelayakan.

‘’Ini harus diperbaiki. Kita tidak bisa mempertaruhkan masa depan anak-anak Jateng,’’ujarnya. Sudirman menyampaikan, APBD Jateng cukup untuk membayar GTT/PTT secara layak.

Selanjutnya, cukup berdiskusi dengan DPRD dan para pimpinan partai agar menyetujui anggaran untuk perbaikan upah mereka. Lebih lanjut dikatakannya, dia dan cawagub Ida Fauyizah akan fokus pada pembangunan manusia, ketimbang infastruktur.

Pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan gedung penting, namun jauh lebih penting membangun infrastruktur lunak seperti peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

‘’Pembangunan infrastruktur lunak ini akan sangat memperhatikan perbaikan kesejahteraan guru, baik guru sekolah umum, madrasah, maupun guruguru honorer,’’ tandas Sudirman. (ftp, G2-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar