Pembinaan Petenis Harus Terstruktur

SEMARANG- Pembinaan bagi petenis usia muda harus dilakukan secara terstruktur. Mereka harus fokus dalam menjalankan program latihan yang diberikan. Dalam filosofi tenis modern, tak hanya menekankan pada latihan teknik dan fisik, namun ada penekanan pada strategi bermain yang diberikan sejak usia muda. ”Setidaknya ada sepuluh aspek yang harus dikuasai oleh petenis muda di antaranya pengusaan lapangan dan antisipasi.

Hal itu merupakan strategi dalam bermain tenis. Ini harus dikenalkan kepada petenis, sejak pertama kali memegang raket. Seiring dengan perkembangan dan kematangan petenis, mereka sudah terbiasa,’’ tutur tutor ITF Frank van Fraayenhoven saat Seminar Filosofi Tenis Modern di Hotel Grasia Semarang, baru baru ini.

Menurutnya, seorang petenis harus bisa melakukan analisis pada diri sendiri usai bertanding. Apa yang sudah dipelajari dari pertandingan tersebut. Banyak hal yang harus diperhatikan. Apakah bermain terlalu menyerang ataukah terlalu bertahan. ”Jadikan pertanyaan-pertanyaan itu untuk mengatur strategi pada pertandingan berikutnya. Petenis muda harus kenal hal ini,’’ tandas Frank.

Panitia penyelenggara Terry Sugijati mengatakan, Frank van Fraayenhoven merupakan salah satu tutor terbaik yang dimiliki oleh International Tennis Federation (ITF). Dia punya pengalaman lebih dari 35 tahun dalam membantu perkembangan tenis di berbagai negara. ”Harapan kami bisa menambah wawasan bagi pelatih di Jateng dan Indonesia bagaimana memberikan program latihan lebih modern. Sebab, perkembangan metode kepelatihan sangat pesat,” kata Terry yang juga Kabid Binpres Pengprov Pelti Jateng itu.(H85, mam-64)


Baca Juga
Komentar