Adu Hebat Mantan Pemain

SEMARANG - Pertandingan PSIS Semarang melawan PS Tira di pekan kesembilan Liga 1 akan menjadi adu kehebatan para pemain kedua tim, khusunya mantan pemain yang kini akan menjadi lawan masing-masing di Stadion dr H Moch Soebroto Kota Magelang, Kamis (17/5) sore.

PS Tira datang dalam lawatannya ke Kota Getuk memboyong dua bekas penggawa Laskar Mahesa Jenar, Ganjar Mukti dan Ahmad Nufiandani. Ganjar sempat memperkuat PSIS di babak 16 besar Indonesia Soccer Championship B 2016 lalu. Meski hanya bermain kurang dari tiga pertandingan, Ganjar cukup memberikan kontribusi maksimal bagi PSIS di posisi bek kanan. Sedangkan Dani, sapaan akrab Nufiandani, pernah berkostum PSIS di Divisi Utama 2018 sebagai pemain pinjaman dari Arema Cronus.

Dia mencetak delapan gol dari 14 pertandingan bagi klub kebanggaan Panser Biru dan Snex. ”Ganjar dan Dani merupakan pemain yang bagus dan pernah menjadi andalan kami. Namun saat ini keduanya akan kami hadapi di Liga 1. Saya harap pemain kami yang berhadapan dengan kedua pemain ini wajib waspada. Meski pemain lain PS Tira juga punya kualitas yang baik juga. Seperti Manahati Lestusen dan pemain asing mereka Alexandar Rakic,” kata General Manager PSIS, Wahyu Winarto dalam keterangan pers beberapa waktu lalu.

Sementara itu di kubu PSIS, ada nama Gustur Cahyo Putro yang membela The Young Warriors musim lalu saat masih bernama PS TNI. Pemain asli Magelang ini sempat menjadi pemain terbaik April 2017 versi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia di Liga 1 2017. Namun di PSIS namanya belum menjadi pilihan utama. Pelatih PSIS, Vincenzo Alberto Annese masih mempercayakan pada komposisi winning team-nya yang menjadi pilihan utama sejak beberapa pekan terakhir. ”Di tim kami Gustur kami tempatkan sebagai super sub di babak kedua. Sejauh ini sayap PSIS masih mengandalkan Komarodin dan Bayu Nugroho. Gustur punya kesempatan main dari 18 pemain yang akan kami daftarkan di line upmelawan PS Tira. Begitu juga dengan pemain lainnnya juga punya kesempatan menjadi pembeda di babak kedua,” kata pria yang akrab disapa Liluk itu.

Belum Kalah

Dirinya optimistis Harry Nur Yulianto dkk bisa kembali meraih kemenangan di kandang. Laskar mahesa Jenar masih mencatatkan rekor belum terkalahkan saat bermain di Stadion dr H Moch Soebroto. Dari tiga kali bermain di stadion berkapasitas 20.000 penonton ini hanya Bali United yang mampu mencuri poin, 0-0. Laga terkahir di stadion kebanggan warga Megelang tersebut, PSIS mengalahkan Persela Lamongan, 3-1. ”Dengan skuad yang ada saat ini kami yakin bisa meraih kemenangan. Apalagi kualitas rumput di Magelang sangat bagus. Jika di Banjarmasin melawan PS Barito Putera lalu rumput Stadion 17 Desember sebagus Moch Soebroto saya rasa hasilnya akan berbeda. Kami yakin nanti juga bisa membalas kekalahan dari Barito Putera di Magelang saat putaran kedua nanti,” beber Liluk.

Kepercayaan diri tinggi juga dinyatakan kapten PSIS, Haudi Abdillah. Dia yakin timnya akan bangkit dari keterpurukan berada di zona merah klasemen sementara. ”Laga melawan PS Tira memang tidak akan mudah. Namun saya harap pertandingan berjalan menarik dan kami akan berjuang meraih kemenangan,” kata Haudi dalam jumpa pers. Sementara itu bek kiri PS Tira, Mahdi Albar tidak ingin membiarkan tuan rumah leluasa di kandang. Timnya ingin setidaknya mencuri poin dari taun rumah. ”Kami pemain selalu siap setelah menang lawan PSMS Medan pekan lalu. Kami target ingin bawa pulang poin ke Yogyakarta. Kami berusaha tampil semaksimal mungkin untuk meraih target tersebut,” ungkap Mahdi terpisah. (mam,H85-64)


Baca Juga
Komentar