Puasa Tak Halangi Latihan

SM/Setyo Wiyono : Guntur
SM/Setyo Wiyono : Guntur

TAK ada istilah tanpa latihan bagi p e l a t i h yang bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018, meski dalam bulan Ramadan. Demikian pula jajaran pelatih dan atlet Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo. ”Insya Allah, saya dan para atlet berpuasa, meski program latihan juga harus tetap jalan. Dulu waktu saya masih jadi atlet, juga demikian. Jadi nanti buka puasa bersama-sama di depan wall atau papan panjat,” kata pelatih FPTI Solo, Guntur Joko Purwanto.

Lelaki 31 tahun tersebut hanya meliburkan latihan selama lima hari awal puasa. Setelah itu, dia meminta seluruh awak timnya kembali berkonsentrasi ke papan panjat. ”Saya telah atur, latihan sesi sore lebih intensif. Memang memburu prestasi dan beribadah itu harus seimbang,” ujarnya.

Guntur menanamkan sikap disiplin dan semangat tinggi bagi para atletnya. Sikap tersebut ditanamkan terutama bagi para pemanjat dalam kategori pemula. Pedomannya, tak ada prestasi yang bisa diraih tanpa latihan keras dan disiplin tinggi.

”Kalau para atlet yang sudah senior, ratarata telah memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin tinggi dalam dirinya. Kendati demikian, program-program latihan tetap ada bagi mereka,” ujarnya.

Bangku SMK

Berkecimpung di kancah panjat tebing sejak bangku sekolah menengah atas, Guntur memulai mengasah performanya saat duduk di kelas I SMK 9 Surakarta. Pelatih kelahiran Sukoharjo, 12 April 1987 tersebut pun aktif dalam kelompok pecinta alam di sekolahnya, Gapala (sekarang menjadi Sakrapala). ”Latihannya dulu di papan panjat kampus UNS Surakarta, di bawah bimbingan Mapala Brahmahardhika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS,” ungkapnya.

Dia pun menjuarai serangkaian sirkuit panjat tebing (SPT) di eks Karesidenan Surakarta. Guntur juga pernah menjadi finalis kejurnas kelompok umur panjat tebing di Bali 2004. Namun dia gagal merebut gelar juara pada Porprov 2009. Pria yang sempat kuliah di Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UNS tersebut, lalu memutuskan berhenti jadi atlet dan lebih menekuni kepelatihan.

Sempat melatih tim panjat tebing Porprov Bangka Belitung, alumnus SMKN 9 Surakarta tahun 2006 itu kemudian balik kandang ke Solo. Dia pernah diminta melatih tim Grup 2 Kandang Menjangan Kartasura, yang akhirnya berhasil menjadi juara umum kejuaraan antargrup di kesatuan elite tersebut pada 2017. ”Salah satu kunci prestasi memang disiplin dan latihan keras,” tandasnya.(Setyo Wiyono-21)


Berita Terkait
Komentar