Sahabat Suara Merdeka

SMN-BPPD Bersinergi

SM/Dini Failasufa : KETUA BPPD Jateng, Heru Isnawan, menunjukkan kanvas bertuliskan pesan untuk Sahabat SM sebagai cendera mata.(22)
SM/Dini Failasufa : KETUA BPPD Jateng, Heru Isnawan, menunjukkan kanvas bertuliskan pesan untuk Sahabat SM sebagai cendera mata.(22)

SEMARANG - Kalimat ’’Pariwisata Tanpa Media Suara Merdeka Tidak Bermakna’’ dibubuhkan di kanvas oleh Ketua Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Tengah, Heru Isnawan pada penghujung pertemuan Sahabat Suara Merdeka di Hotel Grasia, Jalan S Parman No 29, Rabu (16/5).

Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus BPPD Jawa Tengah, perwakilan Suara Merdeka Network, dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Diporapar) Provinsi Jawa Tengah. ’’Keberadaan BPPD, istilahnya yang membuat Diporapar. Kami memaksimalkan asosiasi yang dinaungi BPPD. Berhubungan dengan promosi, tidak hanya pemasaran, termasuk pengembangan destinasi yang hubungannya dengan sarana dan lainnya. Di kami, ada 13 usaha jasa dan 16 ekonomi kreatif,’’ kata Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Jawa Tengah, Trenggono.

Selama ini, pihaknya mengajak BPPD Jawa Tengah ke beberapa tempat, seperti Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Selatan untuk melakukan MoU dengan badan promosi setempat.

Disporapar Jawa Tengah siap memfasilitasi dan memberi dukungan. ’’Ada lima hal yang perlu bersinergi bersama, yakni akademisi, pelaku, komunitas pariwisata, pemerintah, dan media. Pariwisata tanpa media tidak bermakna. Ini harus bersama, ibaratnya jika lidi, lima lidi harus bersama untuk menyapu,’’ungkapnya.

Makin Kuat

Redaktur Senior Suara Merdeka, Sasongko Tedjo mengharapkan peran dan eksistensi BPPD Jawa Tengah semakin kuat. Salah satunya fokus promosi destinasi wisata. ’’Kemasan kami bantu bersama. Di Pulau Jeju, Korea Selatan, ketika mendarat dari pesawat hingga pulang, yang meng-handle badan promosi semua,’’kata Sasongko.

Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo menyarankan fokus yang dilakukan tidak hanya di destinasi besar saja. Saat ini muncul tren baru tentang tingginya minat bertamasya. ’’Banyak yang lebih mengedepankan bertamasya daripada kebutuhan lain. Ada kreasi baru di tempat yang sebenarnya besar, tetapi belum tampak. Kita bisa melihat di balik destinasi tersebut ada apa, seperti tentang sejarah dan budaya. Tidak hanya bersandar pada tempatnya, tetapi bersandar pula tentang hal yang ada di dalam tempat tersebut,’’terang Triyanto.

Manager Marketing Communication Suara Merdeka Network, Neni Kardiana mengungkapkan di Suara Merdeka Network ada pula laman daring bernama boloku.id. Laman tersebut berisi promosi acara nasional hingga internasional. ’’Jika ada acara bisa kami bantu promosikan, termasuk penjualan tiket. Penggunaannya gratis,’’papar Neni.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan BPPD Jawa Tengah, yakni wakil ketua yang merupakan perwakilan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita), Siswanto, anggota Penentu Kebijakan, Adi Eko Priyono, dan Eko Hari Mudjiharto, Sekretaris Eksekutif Diah Ariani, General Manager Umbul Sidomukti, Siswono Yudo Husodo, Ketua Penentu Kebijakan yang merupakan perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Heru Isnawan. Selain itu, perwakilan Suara Merdeka Network, antara lain Direktur Sales dan Communication, Pulung, Pemimpin Redaksi Wawasan, Aulia AMuhammad, Direktur Operasional Suara Merdeka Network, Yoyiek Gumulyo, dan Pemimpin Redaksi Suaramerdeka.com, Setiawan Hendra Kelana. (dni, akv-22)


Berita Terkait
Baca Juga