Ingin Jadi Putri Diana Versi II

SETELAH bertunangan dengan Pangeran Harry dari Kerajaan Inggis, nama Meghan Markle banyak diperbincangkan. Segala gerak-geriknya menjadi pusat perhatian. Apalagi dua hari lagi mereka akan mengikat janji sehidup semati sebagai pasangan suami-istri. Lantas siapa sebenarnya Meghan Markle? Menurut Wikipedia, Rachel Meghan Markle lahir pada 4 Agustus 1981 di Los Angeles, California, AS.

Ibunya, Doria Loyce Ragland, seorang pekerja sosial dan instruktur yoga, tinggal di View Park- Windsor Hills, California. Sang ayah, Thomas Markle Sr, yang tinggal di Meksiko, adalah pemenang Emmy Award, direktur pencahayaan dalam set ”Married with Children”.

Namun sayang orang tuanya bercerai saat Meghan berusia enam tahun. Meghan memiliki dua saudara tiri bernama Thomas Markle Jr dan Samantha Grant. Meghan Markle dibesarkan di Hollywood dan kini tinggal di Toronto. Dari usia lima tahun, dia dididik di sekolah swasta, dimulai di Hollywood Little Red Schoolhouse.

Meskipun ia menuntut ilmu di Immaculate Heart High School, sebuah sekolah swasta Katolik khusus wanita di Los Angeles, namun dia mengaku sebagai pemeluk Protestan. Wanita 37 tahun ini lulusan dari Northwestern University pada 2003, di mana dia memperoleh gelar sarjana dengan jurusan ganda di bidang teater dan studi internasional.

Berbicara kepada Vogue pada tahun 2013, Markle mengatakan pada usia 20 tahun, ia dilaporkan kekurangan kredit untuk menyelesaikan tahun pertama, sehingga dia berhasil melamar magang di Kedubes AS untuk Argentina di Buenos Aires. Karier seni Markle dimulai saat melakoni peran kecil di acara televisi ”Century City” (2004), ”The War at Home” (2006), dan ”CSI: NY” (2006).

Laman Gaya Hidup

Sejak itu kariernya di bidang seni peran terus berkembang dengan membintangi sejumlah judul film dan serial layar kaca. Di luar akting, dari tahun 2014 sampai 2017, Meghan tercatat sebagai pendiri dan redaktur laman khusus gaya hidup, The Tig.

Pada November 2016, perusahaan pakaian Markle dan Kanada Reitmans merilis rangkaian pakaian kerja wanita. Ketika wawancara BBC, Markle mengatakan bahwa dia tidak akan kembali ke Suits dan setelah pernikahannya, dia akan beralih dari pekerjaannya sebagai seorang aktris.

Markle juga dikenal sebagai Duta Global untuk World Vision Kanada, yang mengkampanyekan pendidikan, makanan, dan kesehatan yang lebih baik bagi anakanak di seluruh dunia. Sebagai duta, ia melakukan perjalanan hingga ke Rwanda, Afrika.

Ia pun dikenal dengan perjuangannya untuk kesetaraan gender. Saat berusia 11 tahun, sebuah produsen sabun terpaksa mengubah iklannya setelah Markle menulis surat kepada Hillary Clinton dan tokoh terkenal lain, bahwa iklan itu mengesankan bahwa seolah-olah tempat kaum perempuan hanya di dapur.

Komitmen Markle bagi kesetaraan gender membuatnya terlibat dengan PBB, dan pidatonya di Hari Perempuan Internasional 2015 mendapat tepuk tangan meriah dari para peserta sidang termasuk Sekretaris Jenderal PBB, Ban Kimoon.

Tentang bagaimana ia memadukan seni peran dengan komitmen kemanusiaannya, ia mengatakan, ”Tatkala hidup saya bisa bergonta-ganti dari kamp-kamp pengungsi ke karpet merah, saya memilih kedua-duanya karena kedua hal itu bisa, dan pada kenyataannya juga bias hidup berdampingan.

Dan menurut saya, keduanya memang harus begitu.” Pada tahun 2017 lalu, dia bertunangan dengan Pangeran Harry, dan mengumumkan pengunduran dirinya dari akting dan niatnya untuk melanjutkan pekerjaan kemanusiaan. Menjelang pernikahan, Markle mengungkap kekagumannya pada mendiang Putri Diana, yang tak lain adalah ibunda Pangeran Harry. Hal itu terungkap dalam buku biografinya berjudul ”Meghan: A Hollywood Princess” yang ditulis Andrew Morton.

Seperti dilansir AFP, Andrew Morton juga penulis buku biografi untuk Putri Diana berjudul ”Diana: Her True Story in Her Own Words”. Dalam biografi tunangan Pangeran Harry itu, Morton menyebut Meghan ikut bersedih ketika Putri Diana meninggal pada 1997. Menurut sang penulis, teman-teman dan keluarga menyebut aktris 37 tahun itu tidak hanya menyukai gaya Putri Diana.

Meghan juga mengagumi sosok ibu Pangeran Harry tersebut sebagai wanita yang berjiwa sosial tinggi. Tak heran jika Putri Diana menjadi pribadi acuan bagi Meghan Markle. ”Dia ingin menjadi Putri Diana versi kedua,” ungkap Ninaki Priddy yang merupakan kawan Meghan. (Dwi Ani Retnowulan- 54)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar