Manfaat Khitan untuk Kesehatan

SEMARANG - Hasil penelitian mengungkapkan, khitan (circumcision) bermanfaat dari sisi kesehatan untuk anak lelaki yang baru lahir sampai dewasa. Menurut dokter spesialis bedah RS Columbia Asia Semarang, dr Aris Setiyawan SpB, khitan adalah prosedur sederhana yang dikerjakan untuk membuang sebagian kulit penis (preputium). Tindakan ini akan menghindarkan penyakit atau gangguan yang dapat diderita kaum laki-laki dari bayi hingga dewasa. Gangguan atau penyakit tersebut antara lain, infeksi saluran kencing, peradangan, penyakit menular seksual, HIV(AIDS), dan kanker prostat. Aris menjelaskan, pada semua golongan usia, infeksi saluran kencing paling sering terjadi pada tahun pertama. Namun, pada bayi, risiko terinfeksi lebih besar 10 kali. ”Infeksi saluran kencing yang berulang dapat menyebabkan peradangan atau gangguan pada parenkim ginjal,” ujarnya.

Khitan juga dapat menghindarkan penyakit menular seksual, seperti infeksi virus HPV, mycoplasma genitalium (infeksi bakteri mycoplasma pada kelamin), syphilis, dan herpes simplex yang terbukti lebih sedikit terjadi pada laki-laki yang dikhitan. ”Khitan menurunkan risiko HIV/AIDS tiga kali lipat. Infeksi virus HIV ini masuk melalui kulit sisi dalam penis yang rentan atau terdapat luka,” sebutnya.

Dia menambahkan, secara statistik kanker penis terjadi pada 1 dari 1.000 lelaki yang tidak dikhitan. Penyakit ini tidak jarang menyebabkan amputasi penis bahkan kematian. Menurutnya, manfaat khitan tidak hanya pada orang bersangkutan, tetapi juga untuk pasangan. Khitan akan menurunkan risiko pasangannya terkena infeksi chlamydia atau kanker servik. ”Penyebab penyakit ini karena terinfeksi virus HPV,” paparnya.

Dijelaskan pula, waktu paling ideal untuk khitan dilihat berdasarkan pertimbangan medis dan kemudahan dalam teknis pelaksanaan. Bayi yang baru lahir sampai usia satu minggu, secara medis sudah memungkinkan untuk dikhitan. Pada usia itu, rasa nyeri yang muncul karena mendahului periode pertumbuhan dan meningkatnya pembuluh darah di kulit penis. ”Secara teknik, gerakan bayi pada usia ini juga relatif sedikit dan penyembuhan lukanya berjalan dengan cepat,” jelasnya.

Pelaksanaan khitan setelah waktu tersebut, membutuhkan waktu penyembuhan luka lebih lama. Bahkan, pada lelaki dewasa yang aktif secara seksual, dibutuhkan waktu selama enam minggu untuk tidak berhubungan sebelum dinyatakan sembuh. (ftp-22)


Berita Terkait
Komentar