Puluhan Titik Rawan Macet dan Kecelakaan

Jalur Mudik di Brebes

SM/ Bayu Setiawan - GERBANG TOL: Gerbang pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit) diprediksi masih menjadi titik rawan macet selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. (58)
SM/ Bayu Setiawan - GERBANG TOL: Gerbang pintu keluar tol Brebes Timur (Brexit) diprediksi masih menjadi titik rawan macet selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. (58)

BREBES- Para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Brebes saat arus mudik dan arus balik Lebaran nanti perlu berhati-hati. Pasalnya terdapat puluhan titik yang masuk dalam daerah rawan macet dan kecelakaan.

Hal tersebut diketahui dari hasil pemetaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes. Bahkan, kondisi itu menjadi perhatian serius dalam giat pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 1439 H, tahun ini.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, Imron Muhaimin mengungkapkan, potensi titik rawan macet di wilayahnya mencapai 31 titik. Rinciannya meliputi 13 titik rawan macet akibat keberadaan pasar tumpah, 18 titik rawan macet lainnya akibat adanya fasilitas umum lain di jalur mudik, seperti SPBU, masjid dan rest area.

Namun dari puluhan titik rawan macet itu, potensi macet paling berat berada di underpass Desa Karangsawah, Kecamatan Tonjong. Proyek itu dipastikan saat arus mudik dan arus balik Lebaran masih tbelum selesai, sehingga dapat menjadi pemicu kemacetan lantaran jalan menyempit dan ada perlintasan kereta api serbidang. ”Potensi rawan kemacetan lainnya, kami prediksi terjadi di pintu keluar masuk jalan tol.

Ada tiga pintu keluar masuk akses tol di antaranya, Brebes Timur, Brebes Tengah dan Pejagan.Tapi, potensi kemacetan parah terjadi di Karangsawah. Ini karena kemungkinan besar saat Lebaran proyek pembangunan underpass belum selesai,” terangnya.

Belum Berpalang

Selain titik rawan macet, lanjut dia, perlu diwaspadai juga titik rawan kecelakaan. Potensi itu muncul karena masih bayak perintasan kereta api sebidang yang belum berpalang pintu. Dari sebanyak 54 perlintasan kereta api sebidang yang tersebar di wilayah Brebes, jumlah yang tidak berpalang pintu mencapai separuhnya.

”Data kami, saat ini jumlah perlintasan kereta api sebidang yang dijaga oleh petugas dari Dishub sebanyak 13 lokasi, lalu dijaga petugas PT KAI ada 13 lokasi,” terangnya.

Untuk mengantisipasi potensi kerawanan itu, jelas dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait lain, khususnya dengan jajaran Polres Brebes. Guna membantu pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran, Dishub menerjunkan 70 orang personel.

Disamping itu, pihaknya akan membuka beberapa pos pelayanan selama 24 jam, salah satunya di Alunalun Brebes. ”Yang jelas, kami berupaya agar para pemudik dapat aman dan nyaman saat melintas di wilayah Brebes,” pungkasnya. (H38-58)