500 ASN Pensiun

Pemkot Diminta Gerak Cepat

SM/Hendra Setiawan : Agus Riyanto
SM/Hendra Setiawan : Agus Riyanto

BALAI KOTA- Tahun ini, sekitar 500 aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Semarang akan memasuki masa purna tugas. Beberapa di antara mereka yang akan pensiun tersebut, menjabat kepala dinas.

”Pemerintah perlu bergerak cepat mengingat tahun ini ada sekitar 500- an pegawai yang pensiun, di antaranya menjabat posisi kepala dinas. Jangan sampai ada kekosongan yang dikhawatirkan bisa mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” tandas Wakil Ketua Komisi A, DPRD Kota Semarang, Swasti Aswaganti, kemarin.

Menurut dia, krisis ASN tersebut tidak hanya terjadi di Kota Semarang. Meski demikian, tetap perlu langkah antisipasi.

”Untuk pegawai non struktural yang pensiun, bisa diisi oleh non ASN. Perekrutannya harus dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur. Segala persyaratan harus dipenuhi,” imbuh wanita yang akrab disapa Asti ini.

Bila benar moratorium dicabut, pihaknya meminta agar pemkot segera mengusulkan penambahan pegawai kepada pemerintah pusat. Untuk porsi anggaran, menurutnya tidak masalah, karena APBD Kota Semarang tergolong tinggi dibandingkan daerah lain di Jateng. Tahun lalu, Pemkot mengalokasikan belanja tidak langsung pegawai sebesar Rp 1,517 triliun, dan belanja langsung pegawai sebesar Rp 150,744 miliar. Adapun, tahun ini Pemkot menganggarkan belanja tidak langsung pegawai sebesar Rp 1,537 triliun dan belanja langsung pegawai sebesar 174,436 miliar. Sementara itu, sejak adanya moratorium pendaftaran calon Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2014 lalu, Pemkot merekrut ribuan pegawai non ASN.

Karena kekurangan ASN yang memenuhi persyaratan, seperti golongan, ada beberapa ASN yang merangkap jabatan atau diisi pejabat sementara. Di antaranya, Jaiz Suyono yang merangkap dua jabatan, yakni Kabid Pertamanan di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dan Kabid Pengawasan di Dinas Penataan Ruang (Distaru). Sebelumnya, Kabid Pengawasan Distaru diisi Sukardi, namun sudah pensiun.

Pejabat Sementara

Kemudian, Agus Joko Triyono yang menjadi Plt Kabag Humas dan Protokol menggantikan Achyani yang pensiun. Kemudian ada Hasto Hikmahono, yang sementara ini mengisi kekosongan posisi Sekretaris Dispendukcapil Kota Semarang, setelah Retno Tri Widyastuti pensiun.

Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto menjelaskan, tenaga teknis pelaksana kegiatan atau biasa disebut orang non-ASN, tidak bisa mengisi posisi struktural. Karena itu, beberapa posisi yang kosong, saat ini diisi oleh pejabat sementara. ”Idealnya, perekrutan ASN menyesuaikan pegawai yang pensiun. Misalnya, tahun ini ada 500 pegawai pensiun, maka perlu perekrutan 500 pegawai. Namun, karena ada moratorium, kami mengisi kekosongan itu dengan pejabat sementara. Situasi ini juga dialami daerah lain,” imbuh Agus Riyanto.

Terkait kebutuhan ASN di masing-masing daerah, pihaknya akan membicarakannya pada rapat yang digelar Pemprov Jateng. Termasuk menanyakan, apakah benar informasi tahun ini moratorium pendaftaran calon ASN dicabut. Bila benar, pihaknya akan segera mengusulkan jumlahnya. (K18-48)