Harga Sembako Stabil

SM/Irawan Ariyanto : SIDAK KE PASAR : Mendag Enggartiasto Lukita didampingi Kadisperindag Jateng M Arif Sambodo melakukan sidak ke Pasar Karangayu, kemarin. (48)
SM/Irawan Ariyanto : SIDAK KE PASAR : Mendag Enggartiasto Lukita didampingi Kadisperindag Jateng M Arif Sambodo melakukan sidak ke Pasar Karangayu, kemarin. (48)

SEMARANG BARAT - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Semarang cenderung stabil, dan turun. Namun harga daging ayam ras dan telur ayam ras, belum turun. ”Telur ayam masih Rp 25 ribu per kilogram (kg), sedangkan daging ayam ras berkisar Rp 35 ribu-Rp 37 ribu per kg. Harga normal daging ayam berkisar Rp 24 ribu-Rp 25 ribu per kg. Untuk stok daging dan telur ayam ras sebetulnya tidak masalah,” kata Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita di sela-sela memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Karangayu, Semarang, Rabu (16/5).

Menurut dia, harga daging ayam dan telur ayam ras, beberapa waktu lalu sempat anjlok sehingga merugikan peternak. Para peternak dari berbagai daerah seperti Blitar (Jatim) dan Boyolali (Jateng) mengadu kepada pemerintah. ”Maka ada kesepakatan antara peternak, dan asosiasi, sehingga ada kelonggaran terkait dengan hal ini. Harga kedua komoditas tersebut masih dibiarkan tinggi, agar peternak bisa melanjutkan usahanya setelah merugi. Namun tetap ada harga batas atas dan harga batas bawah. Sesegera mungkin harga dua komoditas tersebut diturunkan,” paparnya.

Enggar menambahkan, ada kesepakatan antara peternak kecil dengan pedagang besar. Kemudian pedagang besar disarankan untuk tidak menjual produknya ke pasar tradisional. Hal ini agar peternak kecil bisa menjual produk mereka. ”Dengan catatan, bila harga tidak cenderung turun maka saya sampaikan perusahaan besar seperti PTPhokpand, dan Japva agar membanjiri pasar dengan produknya. Ini catatan agar harga segera bisa turun. Meski sebetulnya stok itu aman,” jelas Enggar.

Ia menjelaskan, jenis kebutuhan pokok yakni beras rata-rata Rp 8.950 per kg, dan harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450. Untuk menurunkan harga itu, pihaknya melepas beras Bulog ke pasar berapapun kebutuhannya. ”Kemudian harga gula pasir Rp 11.500 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11 ribu karena 20 persen dari total produksi minyak goreng harus dengan kemasan sederhana, sedangkan untuk minyak goreng curah Rp 10.500 per kg,” ucap dia.

Pantauan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Arif Sambodo menambahkan, setiap Dinas Perdagangan di kota/kabupaten melakukan pengawasan tidak hanya pada kebutuhan pokok strategis, tetapi juga mengawasi komoditas lainnya. ”Pengawasan pendekatannya bukan sekadar pantauan harga, tapi kualitas. Pengawasan juga komoditas strategis, tapi melihat barang kemasan seperti roti kaleng, dan sirup. Apakah sesuai standar atau tidak terkait izin edarnya juga dipantau. Pada prinsipnya pemantauan dimulai dari ketersediaan stok, distribusinya. Kami intensifkan sampai H+7 Lebaran,” kata Arif.

Untuk harga daging ayam dan telur, pihaknya mengakui masih tingginya. Memasuki bulan Ramadan, kedua kebutuhan terhadap dua komoditas tersebut cenderung tinggi. Sementara itu, berdasar pantauan di kawasan relokasi Pasar Johar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), baru-baru ini, harga cabai rawit keriting Rp 20 ribu per kg. Cabai rawit merah Rp 20 ribu per kg, dan cabai merah besar Rp 30 ribu per kg. Kemudian harga bawang kating Rp 17 ribu kg-Rp 17.500 per kg. Bawang Taiwan Rp 14 ribu per kg, bawang merah super Rp 27 ribu per kg. (daz-48)


Berita Terkait
Baca Juga