Cerdas dan Bugar

FKM Motor Perubahan Bidang Kesehatan

SEMINAR NASIONAL : Dosen dan mahasiswa berfoto bersama saat seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, beberapa waktu lalu. (54)
SEMINAR NASIONAL : Dosen dan mahasiswa berfoto bersama saat seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, beberapa waktu lalu. (54)

SEBAGAI salah satu tempat perkuliahan terbaik milik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ingin menjadi motor perubahan dalam banyak hal. Pembelajaran mereka tak cukup hanya mencerdaskan akademis mahasiswa, melainkan juga merambah pendidikan mental dan karakter civitas academica.

”Pada prinsipnya mendidik mahasiswa memang harus paripurna. Sesuai dengan konsep kami cerdas dan berkarakter tidaklah cukup. Tapi bagaimana pula membuat peserta perkuliahan bugar jiwa dan raganya,” tutur Dekan FKM Undip Hanifa Maher Denny, SKM, MPH, PhD, kemarin, melalui sambungan telepon.

Peraih gelar doktor dari College of Public Health, University of South Florida, AS ini sedang melawat ke Dublin, Irlandia sepekan ke depan.

Dia menjadi utusan Pemerintah Indonesia dalam International Congress on Occupational Health (ICOH) 2018. Hanifa bahkan sempat memimpin beberapa sesi pertemuan dengan delegasi banyak negara.

Kongres yang menghadirkan ahli kesehatan ternama itu berakhir 5 Mei. Menurut Hanifa persoalan kebugaran wajib menjadi perhatian karena berkenaan peluang mahasiswa berkiprah secara luas.

”Jangan salah lho, saya menerima banyak informasi mengenai alumni perguruan tinggi yang kandas dalam tes kesehatan. Cukup mengejutkan juga ternyata mereka menderita anemia,” ucapnya.

Kondisi seperti ini tentu memprihatinkan. Universitas butuh memberi perhatian cukup terkait kesehatan fisik maupun mental mahasiswa.

Ujaran lama mens sana in corpore sano yang berarti dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, ternyata masih sangat relevan hingga dewasa ini. Tak kurang FKM Undip, juga melaksanakan tes kesehatan bagi mahasiswanya.

Mereka menyelenggarakan program lari tiga putaran mengelilingi stadion milik Undip. Melalui program uji kebugaran ini akan diketahui kemampuan fisik mahasiswa secara menyeluruh. Langkah itu tak kurang membuahkan prestasi.

Jati Diri

Terlepas dari terobosan memperkuat kekuatan jasmani dan mental mahasiswa turut pula ditanamkan etika mendukung kiprah Sarjana Kesehatan Masyarakat.

Misalnya membangun karakter mahasiswa supaya memiliki jati diri dan kemampuan mengembangkan keahlian khusus. Tak kurang kampus itu juga mendatangkan Dirjen Kesehatan Kemenkes, Anung Sugihantono.

Keinginannya mahasiswa bisa memiliki karakter Sarjana Kesehatan Masyarakat yang punya tanggung jawab tinggi. Mencakup juga, memiliki kepedulian sosial, pola pikir ilmiah yang kritis dan kreatif untuk pemecahan masalah kesehatan mendasari prinsip Tridharma Perguruan Tinggi.

Anung mendorong peran mahasiswa dan perguruan tinggi diarahkan pada pengabdian di kawasan desa mitra. Muaranya untuk mendorong pendidikan, pelatihan dasar pertolongan pertama, hingga pendampingan ibu hamil.

Kombinasi, kecerdasan intelektual, pendidikan karakter, dan kesehatan jasmani menjadikan persentasi mahasiswa FKM lulus ujian kompetensi ahli kesehatan masyarakat di atas 95 persen. FKM Undip memperoleh akreditasi Asian University Network. (54)

Penulis : YHari Santoso
Fotografer : YHari Santoso
Penyunting : Wahyu Wijayanto


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar