Dan Uksa pun Latihan Ketanggapbencanaan

IKUTI FIN SWIMMING : Anggota muda Uksa angkatan XXVI mengikuti fin swimming. (53)
IKUTI FIN SWIMMING : Anggota muda Uksa angkatan XXVI mengikuti fin swimming. (53)

APA rasanya melakukan fin swimming di perairan sejauh delapan kilometer? Mendengarnya saja terasa melelahkan. Namun, tak demikian bagi anggota Unit Kegiatan Selam (Uksa) 387 Universitas Diponegoro (Undip).

Senin (7/5) lalu, 15 anggota muda Uksa angkatan XXVI melakukan “penyeberangan” dari Pulau Panjang ke Teluk Awur, Jepara.

Mereka tak menyangkal jika aktivitas itu melelahkan. Namun, rasa lelah itu tidak jadi soal lantaran terbayar oleh pengalaman yang didapat.

Penyeberangan itu merupakan kegiatan penutup dari rangkaian acara Latihan Perairan Terbuka (LPT) 2: Disaster Management “Sea Emergency Response”, Kamis (3/5) hingga Senin (7/5). Uksa menyadari bahwa mereka banyak beraktivitas di alam, khususnya laut.

Kondisi alam yang tak menentu bisa menciptakan kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana yang tak diinginkan. Alih-alih mengelola bencana secara sistematis, biasanya saking paniknya upaya penanggulangan justru tidak efektif.

“Nah, lewat LPT 2: Disaster Management ini anggota muda Uksa belajar penanggulangan bencana. Tujuannya supaya mereka mampu mengatasi situasi darurat,” tutur Ketua LPT 2, Muhammad Rafif Hidayat.

Selama dua hari anggota Uksa praktik simulasi penanggulangan bencana, mulai dari penyelamatan di air (water rescue) hingga bertahan di air (water survival). Per orang dapat kesempatan untuk menyelamatkan “korban”.

Meski sang korban diperankan oleh pemateri dari SAR Daerah (SAR) Jawa Tengah, yang mana sudah dikenal anggota Uksa, namun proses penyelamatan harus dilakukan secara profesional.

“Paling sulit ketika kami terjun dari dermaga, menyelamatkan korban dengan mengangkat tubuhnya dan membawanya ke tepi darat.

Selain terkendala bobot korban, arus yang berlawanan juga kadang menyusahkan,” kata Indah Lestari, salah satu anggota Uksa. Lucunya, di tengah simulasi yang berlangsung di Pulau Panjang itu ada dua turis mancanegara yang jahil.

Dari kejauhan turis ini meminta tolong untuk diselamatkan. Antara sadar dan tidak bahwa itu bagian skenario penyelamatan atau bukan, anggota Uksa segera melakukan penyelamatan. Barulah saat evakuasi selesai, turis itu mengaku jika dirinya hanya bercanda.

Operasikan Perahu Karet

Simulasi lain yang dipraktikkan adalah olah gerak perahu karet. Pada sesi itu peserta berlatih mengoperasikan mesin perahu, mendayung, juga simulasi membalikkan kapal lalu mengembalikannya kembali ke posisi semula.

Saat masih berada di Pulau Panjang, Uksa mengajak anggotanya melakukan papanisasi. “Tiap akhir pekan banyak wisatawan mengunjungi Pulau Panjang.

Pada spot-spot tertentu, ada berbagai biota laut yang harus diwaspadai, misalnya bulu babi. Lantaran itu kami memasang plang “bahaya biota laut. Ada pula plang “jaga kebersihan” supaya pengunjung sadar merawat lingkungan,” jelas Wanda Laras Farahdita, anggota lain Uksa.

Sebelum bakti lingkungan dan praktik penyelamatan di Pulau Panjang, sehari sebelumnya peserta dapat materi ruangan. Ada tiga materi yang diberikan yaitu biota laut oleh instruktur Uksa, mitigasi bencana dari Badan Penanggulang-an Bencana Daerah (BPBD), juga pertolongan pertama dari SAR.

“Misal pada materi biota laut, kami dapat penjelasan spesifik tentang ubur-ubur, bulu babi, ular laut, atau biota laut yang nantinya sering ditemui.

Ada pula cara penanganan jika terlanjur terkena biota laut berbahaya,” ujar Shadillah Sekar Pratiwi. Saat materi pertolongan pertama, anggota Uksa mendapat teknik- teknik dasar untuk menyelamatkan korban.

Sementara materi mitigasi bencana berisi cara-cara bertindak saat menghadapi bencana, baik sebelum, saat terjadi, dan setelah bencana. Uksa rutin menyelenggarakan latihan perairan semacam ini tiap tahun sekali.

Bagi Uksa, membekali anggotanya untuk tanggap bencana merupakan hal yang tak bisa ditawar. Tidak hanya penting bagi perlindungan diri, tapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. (Sofie-53)


Tirto.ID
Loading...
Komentar